Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Kata orang, minyak zaitun itu lebih sehat dari minyak sayur. Oleh karenanya, saya pun menyetok dua jenis minyak zaitun di rumah, yakni minyak zaitun murni (virgin olive oil) dan minyak zaitun goreng (light olive oil). Dulu sebelum mengenal jenisnya, saya pikir semua minyak zaitun itu sama saja. Bahkan, saya pernah memakai minyak zaitun murni untuk menumis spaghetti aglio olio dan merasakan sensasi nyengat dari aroma zaitun. Dari situ saya memahami, ada beberapa hal yang harus kita ketahui sebelum mengolah minyak ini. Bila anda juga ingin coba pakai minyak zaitun, perhatikan empat hal berikut dulu, yuk!

1. Pakai minyak zaitun murni (virgin olive oil) untuk memasak

Seperti yang saya katakan sebelumnya, antara minyak zaitun murni dan minyak zaitun goreng jelas punya fungsi berbeda karena diproses dengan cara berbeda. Pada dasarnya, minyak zaitun murni memiliki titik asap yang sangat rendah, sehingga sangat tidak disarankan untuk dimasak. Sebab, kalau anda pakai minyak zaitun murni untuk menggoreng misalnya, khasiat baik dari minyak ini akan hilang sehingga tidak ada efeknya untuk si masakan. Maka dari itu, minyak zaitun murni sebaiknya digunakan untuk topping atau salad dressing saja.

Baca juga: Jenis-Jenis Minyak Zaitun

2. Mengandalkan minyak zaitun untuk segala teknik menggoreng

Banyak yang bilang kalau minyak zaitun terhitung “lebih sehat” dari jenis minyak lain. Oleh sebab itu, kita sering mengandalkan minyak ini untuk memasak aneka jenis makanan, terutama gorengan. Tapi meski begitu, apakah anda tetap memakai minyak zaitun untuk deep-fry? Selain harganya lebih mahal dari yang lain, minyak zaitun juga memiliki aroma khas yang tentunya akan mempengaruhi hasil gorengan. Jadi, gunakanlah minyak zaitun hanya untuk tumisan saja, ya.

Baca juga: 4 Tips Menumis Agar Lebih Lezat

3. Pakai minyak zaitun untuk bikin kue manis

Selain untuk masak, minyak juga sering dipakai untuk buat kue seperti bolu, kue kering, hingga brownies. Nah, minyak zaitun juga bisa digunakan untuk campuran adonan kue, tapi bukan untuk kue-kue manis, ya. Minyak zaitun punya aroma dan rasa khas yang kuat. Jika terlalu banyak menuangnya dalam adonan, bisa-bisa rasa dan aromanya mendominasi kue anda, nih. Oleh karenanya, pakailah minyak dengan rasa dan aroma netral seperti minyak sayur, minyak kelapa, dan minyak almond untuk kue manis.

Baca juga: Jenis Lemak Untuk Membuat Kue

4. Sering pakai minyak zaitun untuk masakan Indonesia

Eits, bukan berarti tak boleh memakai minyak zaitun untuk hidangan lokal sama sekali, lho. Hanya saja, karakter minyak zaitun yang beraroma dan berasa khas ini memang kurang sesuai dengan sebagian masakan Indonesia, terutama yang kaya bumbu seperti rendang. Oleh karena itu, pakailah minyak zaitun untuk menyajikan masakan Western dan jenis masakan lain yang cenderung plain. Namun, anda tetap boleh memakai minyak zaitun untuk aneka tumisan, kok.

Baca juga: 9 Resep Tumisan Praktis & Simpel untuk Sehari-hari

Nah, berarti jangan salah olah lagi ya. Meskipun kesannya ada banyak larangan, minyak zaitun yang katanya punya banyak manfaat itu bukanlah mitos, lho. Minyak zaitun kaya akan antioksidan sehingga sangat baik untuk mencegah penyakit dalam. Anda bisa mengawalinya dengan 3 tips berikut ini, lho. Selamat mencoba!