Penulis: Khasanis.A | Editor: Ria

Bicara soal puding, kita pasti akan terpikirkan soal makanan penutup (dessert) yang dingin dan manis. Puding ini sebenarnya cocok untuk dinikmati setiap saat, tapi tentu paling enak dinikmati dingin ketika siang hari saat terik-teriknya.

Dalam pembuatannya, teknik pencetakan puding sangat mempengaruhi hasil jadi puding yang diperoleh. Teknik pencetakan yang paling umum digunakan seperti puding lapis/tumpuk, puding mozaik, dan puding motif atau warna-warni dalam puding jernih (puding kaca).

Meski terdengar paling sederhana, puding lapis/tumpuk ternyata cukup tricky lho. Dulunya saya sering gagal membuat lapisan kedua puding karena jebol dan bercampur dengan lapisan di bawahnya. Apakah anda sering mengalaminya? Saya akan berbagi tipsnya berikut ini khusus untuk anda.

1. Gunakan Sendok untuk Menuang Adonan

Untuk menghindari jebolnya lapisan puding yang ada di bawahnya, anda sebaiknya menuang adonan puding pada lapisan kedua menggunakan sendok, sedikit demi sedikit. Jika langsung dituang dari panci atau wadah, tekanannya sudah pasti akan lebih besar sehingga rentan lapisan di bawahnya rentan jebol.

Baca juga: Tips Membuat Aneka Puding

2. Tuangkan Adonan Ketika Lapisan Pertama Setengah Mengeras (Setengah)

Tuang adonan puding lapisan kedua setelah lapisan pertama setengah mengeras (setengah beku). Tanda bahwa lapisan tersebut sudah setengah mengeras yaitu apabila disentuh dengan jari, permukaannya tidak lengket tetapi bagian dalamnya terlihat masih basah. Kalau puding sudah terlanjur beku, anda bisa siasati dengan cara menusuk-nusuknya menggunakan garpu/tusuk gigi/tusuk sate supaya lapisan selanjutnya bisa terikat.

Tambahan tips, cukup taruh saja wadah puding di suhu ruang dan diamkan beberapa saat untuk membuatnya jadi setengah padat/beku. Menaruhnya dalam kulkas atau direndam air es memang memadatkannya lebih cepat, tapi akan membuat embun di permukaan atasnya. Hal ini akan buat lapisan puding selanjutnya sulit rekat.

3. Tuangkan Adonan Ketika Uap Panasnya Hilang

Setelah memasak adonan puding lapisan kedua, biarkan sejenak hingga uap panasnya hilang sebelum dituang. Jika suhu terlalu panas, adonan jadi rentan jebol. Tapi jika terlalu dingin (bersuhu ruang), adonan juga jadi sulit menempel. Diamkan sejenak dulu hingga hangat-hangat kuku dan tidak ada lagi uap yang terbentuk.

4. Rendam Adonan Lapisan Kedua dengan Air Panas Supaya Tidak Membeku

Sembari menunggu lapisan pertama setengah mengeras (setengah beku), anda juga bisa merendam panci atau wadah berisi adonan puding lapisan kedua dengan air panas. Cara ini bertujuan untuk mencegahnya jadi dingin dan mengeras sebelum sempat dituang.

Baca juga: 5 Tips Membuat Puding Agar Tidak Mudah Berair

Beberapa tips di atas bisa anda ikuti untuk membuat puding lapis yang cantik dan lezat. Bukan hanya 2 lapis, anda bisa berkreasi dengan membuat banyak lapisan. Lakukan langkah yang sama untuk lapisan-lapisan selanjutnya, ya. Jangan lupa, puding akan lebih nikmat bila tersaji dingin dari kulkas. Resep-resep puding lapis praktis ini bisa langsung anda eksekusi di rumah. Selamat mencoba!