(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Coklat identik dengan makanan manis. Ketika mendengarnya, saya langsung terbayang aneka dessert yang nyoklat seperti pisang coklat, chocolate lava cake, hingga brownies panggang. Nah pencuci mulut berbahan dasar coklat tersebut tentunya dibuat dengan coklat masak, ya. Coklat masak adalah coklat yang didesain khusus untuk dicampurkan dalam bahan masakan, dan umumnya dipakai untuk kue dan pencuci mulut lainnya. Berbeda dengan coklat siap santap, coklat masak umumnya tidak terlalu manis. Namun sebelum belanja, ada baiknya mengenal jenis-jenis coklat untuk masak atau taburan kue ini, yuk!

1. Coklat Couverture

Coklat dibuat dari biji kakao yang diproses jadi pasta coklat (cocoa mass). Selanjutnya, pasta coklat tersebut diproses lagi menjadi dua bagian, yakni mentega coklat (cocoa butter) dan coklat bubuk. Menurut para bakers, couverture adalah jenis coklat berkualitas tinggi. Coklat ini dibuat dengan mentega coklat dan pasta coklat sehingga menghasilkan rasa yang paling nyoklat dari jenis lainnya.

Ada banyak jenis coklat couverture, yakni bittersweet, semisweet, white, dan milk. Sayangnya, harga coklat ini terhitung cukup mahal dan jarang dipasarkan di Indonesia. Karena dibuat dari mentega coklat, couverture tak tahan disimpan dalam suhu ruang. Coklat ini memang mudah leleh dan tekstur lelehannya lebih cair dari coklat masak lain. Tak heran jika couverture sering dipakai untuk air mancur coklat yang biasa ditemui di acara atau kafe. Anda bisa menyelupkan biskuit, buah potong, atau marshmellow ke dalamnya, lho.

2. Coklat Compound

Kalau couverture terbuat dari mentega coklat dan pasta coklat, compound terbuat dari bubuk coklat dan lemak nabati. Yup, bisa dibilang kandungan coklat compound tidak sekaya couverture. Namun, harga coklat compound lebih terjangkau, lebih mudah mengolahnya, serta bisa disimpan dalam suhu ruang. Oleh karena itu, coklat compound paling mudah ditemukan di supermarket maupun toko kue Indonesia. Yuk, kenali 3 jenis coklat compound yang (pastinya) akrab dengan kita!

a. Coklat Masak (Dark Cooking Chocolate)

Pernah dengar istilah DCC? Nah, itulah coklat masak alias dark cooking chocolate! Coklat compound ini mengandung produk biji kakao dengan komposisi yang lebih banyak, yakni bubuk coklat, sedikit mentega coklat, dan minyak nabati.  Karena tak ada tambahan gula atau susu, coklat masak cenderung terasa pahit, pekat, dan berwarna gelap. Coklat masak bisa dicampurkan dalam adonan kue atau dijadikan topping.

b. Coklat Susu (Milk Cooking Chocolate)

Sesuai namanya, coklat compound yang satu ini mengandung susu. Coklat susu berwarna lebih terang dari coklat masak (cenderung coklat muda), teksturnya lebih halus, dan rasanya lebih manis karena mengandung banyak gula. Coklat susu ini lebih sering disantap langsung daripada dimasak. Atau jika memang harus digunakan untuk memasak, maka takaran gula dalam resep biasanya dikurangi.

c. Coklat Putih (White Cooking Chocolate)

Sering lihat coklat masak berwarna putih? Yup, coklat ini berwarna putih karena tak memakai coklat bubuk (cocoa mass) seperti dua produk compound lainnya. Namun tak perlu khawatir, karena coklat putih tetap memiliki unsur coklat, yakni mentega coklat. Intinya, coklat putih terdiri dari mentega coklat, susu, gula, dan vanili. Sama seperti DCC, coklat ini juga bisa dibuat masak atau dimakan langsung.

3. Pasta Coklat

Sebelumnya, kita tahu kalau pasta coklat adalah produk sampingan dari biji kakao yang pahit sekali. Namun untuk pasta coklat masak biasanya sudah berupa ekstrak dari pasta coklat (cocoa mass). Dalam kata lain, pasta coklat masak adalah pasta coklat yang sudah melalui proses pabrik, alias tidak asli dari biji kakao. Tekstur pasta coklat masak cenderung cair-agak kental. Biasanya, jenis coklat ini digunakan untuk pemberi aroma dan rasa pada kue, puding, dan aneka dessert lainnya.

4. Chocolate Chips

 

Coklat masak yang satu ini pastinya sering dipakai untuk cookies, muffin, dan kue lainnya, ya. Sebetulnya, choco chips adalah coklat masak atau DCC yang dicetak jadi bulat-bulat kecil. Coklat ini bisa ditemukan di toko kue atau supermarket dengan dua jenis pilihan, yakni choco chips untuk masak dan choco chips untuk topping. Choco chips khusus masak tentunya dibuat untuk campuran bahan kue, sehingga teksturnya mudah leleh. Sedangkan choco chips topping bertekstur lebih padat dan tahan panas. Jadi, tak masalah kalaupun harus dipanggang dalam suhu tinggi bersama muffin atau cookies.

5. Meses

Suka menaburi roti tawar untuk sarapan dengan coklat yang satu ini? Yup, meses memang salah satu coklat untuk topping. Meses juga disebut rice chocolate karena bentuknya seperti biji beras. Coklat ini terbuat dari lelehan coklat, mentega coklat, gula, susu, dan lesitin. Meses sangat mudah ditemukan di supermarket. Bahkan tak hanya coklat, meses juga tersedia versi warna-warninya.

6. Coklat Bubuk

Coklat bubuk terbuat dari biji kakao yang dikeringkan lalu diproses hingga menjadi bubuk. Coklat bubuk sudah banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kue atau diseduh sebagai minuman.

Wah, banyak juga ya? Apapun coklat yang akan anda olah, pastikan takarannya sesuai dengan resep, ya. Terlalu banyak komponen coklat juga bisa mengubah rasa kue atau olahan lainnya. Ngomong-ngomong, jenis coklat apa yang selalu anda stok di rumah, nih?