(Image: Essential Oils)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Beberapa waktu silam, saya dan ibu mengunjungi rumah tante yang orang Minang. Ibu sengaja datang untuk minta resep gulai kepala ikan sekaligus makan siang. Selagi tante memasak, saya dan ibu memperhatikan bahan-bahan yang digunakan. Salah satu yang digunakan adalah daun ruku-ruku. Kebetulan, tante saya memang menanam daun ini di belakang rumah. Menurut beliau, daun ruku ini membuat masakan Minangkabau rumahan jadi benar-benar otentik.

Daun ruku-ruku atau lampes adalah daun aromatik yang kenampakannya mirip daun kemangi. Namun, daun ruku ini berukuran lebih kecil, tekstur daunnya halus, dan batang berbulu putih. Daun ruku juga punya aroma khas yang bisa menambah citarasa masakan, terutama masakan Minang dan Sumbawa. Makin penasaran dengan daun ruku? Simak terus yang satu ini!

Memilih daun ruku-ruku

Daun ruku-ruku mudah ditemukan di pasar tradisonal daerah Sumatera, Sumbawa, dan sekitarnya. Bagi anda yang tinggal di luar daerah ini pun tak usah panik karena anda bisa menanam daun ruku sendiri di rumah atau membeli langsung di tempat budidayanya. Untuk daun ruku yang segar, pilihlah yang berwarna hijau cerah, tekstur daunnya halus dan tidak berlubang, serta tercium aroma khas yang kuat. Perhatikan juga bagian batangnya bila ada noda hitam atau cacat.

Mengolah daun ruku-ruku

Bukan mitos lagi kalau daun ruku adalah salah satu rahasia kelezatan hidangan Minangkabau. Pada umumnya, RM Padang mencampurkan daun ini pada aneka jenis lauk ikan dan jeroan seperti gulai kakap, gulai tunjang, asam padeh, singang ikan, pangek ikan mas, dan balado ikan. Alasannya tentu karena aroma khas dari daun ruku yang bisa mengurangi bau amis ikan dan jeroan. Di samping masakan di atas, daun ruku juga bisa dicampurkan dalam sajian bersantan khas Minangkabau lainnya seperti ayam woku, gulai cumi isi telur, dan ikan bakar ala Padang.

Cara mengolahnya, cuci daun ruku dengan air mengalir. Keringkan dan tisu dapur, lalu potong bagian batang dan sisakan daunnya. Daun ruku bisa disobek, dicincang halus, atau langsung dimasukkan dalam masakan.

Wah, jadi makin penasaran dengan daun ini, ya? Daun ruku dan kemangi masih bisa saling menggantikan, meskipun aroma kemangi tak se-khas daun ruku. Ngomong-ngomong, daun yang disebut “holy basil” ini bisa mengurangi kolesterol, diabetes, hingga menjaga kebugaran tubuh, lho. Yuk, berburu daun ruku!