Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Faktor utama yang bikin bakso terasa nikmat adalah rasa kenyal yang pas. Tapi buat saya, bakso bertekstur halus, bulat sempurna, dan daging dalamnya matang itu juga jadi faktor penting. Dulu saya dan ibu sering buat bakso di rumah. Kenyalnya sih sudah pas, tapi ternyata dagingnya kurang matang. Selain itu, teksturnya agak berbintil dan kurang bulat. Kalau untuk dimakan sendiri sih tak apa ya, tapi kalau disajikan dalam arisan? Cek tips ini dulu, yuk!

1. Pilih daging yang tepat

Bakso bisa dibuat dari aneka daging seperti sapi, ayam, hingga seafood. Supaya hasilnya halus, memilih daging olahannya juga harus diperhatikan, nih. Untuk bakso sapi, pilih daging yang bebas lemak. Sebaiknya tidak pakai daging sapi giling karena biasanya daging merah dan lemaknya sudah tercampur. Namun kalau ingin buat bakso urat sapi, pilihlah daging sengkel atau bagian lain yang berurat. Untuk bakso ayam, pakai yang bebas kulit seperti dada, fillet, atau daging giling. Sedangkan untuk bakso seafood, anda bisa pakai ikan berdaging putih, udang kupas, atau cumi besar.

2. Potong semua bahan kecil-kecil

Adonan bakso tentunya tak hanya daging saja, tapi juga ada aneka bumbu seperti bawang putih, tepung sagu/tapioka, garam, gula, telur, bahan pengembang, dan sebagainya. Karena nantinya semua bahan untuk adonan bakso akan dihaluskan, sebaiknya potong atau cacah bahan-bahan besar agar lebih mudah halus. Kalau anda beli daging utuh, potong dadu dengan ukuran kecil atau cincang halus.

Untuk bahan tambahan seperti bawang putih, atau kalau mau buat bakso lo hoa yang banyak bahannya seperti daun bawang, wortel, dan jamur, iris kecil-kecil bahan-bahan tersebut agar mudah tercampur dengan dagingnya nanti.

3. Proses adonan bakso hingga benar-benar halus

Kunci dari permukaan bakso yang halus adalah adonan bakso yang benar-benar mulus. Anda bisa proses adonan bakso dengan blender atau food processor, tapi jangan lupa tambahkan es batu, ya. Es batu ini bisa membuat tekstur bakso lebih kenyal, lho. Masukkan semua bahan-bahan pembuatan adonan bakso dan blender hingga halus seperti bubur dan tak terlihat serat dagingnya (khusus bakso sapi). Lain hal dengan bakso urat, cukup blender daging urat plus bahan-bahan pembuat adonan bakso hingga tercampur rata dan halus.

4. Bulatkan adonan dengan cara tepat

Kalau adonan benar-benar halus, maka anda siap membulatkan bakso! Sebelumnya, panaskan air dalam panci hingga mendidih lalu matikan apinya. Nantinya, adonan bakso yang sudah dibulatkan harus segera dimasukkan ke air panas tersebut. Nah untuk membulatkan baksonya, anda bisa pilih salah satu cara di bawah ini.

a. Mengepalkan tangan

Basahi tangan dengan air dingin supaya adonan bakso lebih licin dan halus ketika digenggam. Kepalkan adonan bakso dan tekan hingga keluar dalam bentuk bulatan di antara ibu jari dan telunjuk. Sendoki adonan bakso yang keluar tersebut dan rapikan bulatannya.

b. Memakai dua sendok

Basahi kedua sendok dengan air dingin, lalu ambil adonan bakso secukupnya dengan sebuah sendok. Dengan bantuan sendok kedua, bulatkan adonan tersebut hingga terbentuk sempurna dengan memindahkan adonan dari sendok satu ke sendok dua, terus bergantian hingga adonan membulat.

5. Masak bakso dengan api kecil

Setelah semua adonan bakso masuk dalam air panas, diamkan selama 5 menit. Setelah itu, panaskan dengan api kecil hingga bakso terlihat mengambang di permukaan air. Ingat, perhatikan suhu air rebusan supaya tidak terlalu mendidih (hingga meletup-letup). Air rebusan yang terlalu mendidih bisa membuat bakso tak matang sempurna hingga ke tengahnya.

Cara mengetahui bakso sudah matang sempurna adalah ambil sebuah bakso yang sudah mengambang di permukaan air rebusan, lalu belah dan perhatikan bagian dalamnya. Jika di bagian tengah bakso berwarna merah muda sedangkan sekelilingnya keabuan, berarti bakso belum matang sempurna.

Coba resep:

Siap mencoba buat bakso sendiri? Pastinya bikin bakso homemade lebih terjamin mutunya dan bebas pengawet buatan berbahaya. Kalau sudah matang, bakso bisa disajikan dengan mie kuning, bihun, pangsit rebus/goreng, dan dituang kaldu panas. Pas sekali untuk ngemil di siang atau sore hari, kan?