Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Sebentar lagi Idul Adha. Biasanya, rumah saya akan diketok oleh pengurus masjid sebelah yang bertugas membagi-bagikan daging. Satu kilo daging kambing pun sukses mendarat di dapur. Bingung mau diolah jadi apa, saya pun selalu menjatuhkan pilihan pada olahan kambing yang pasti disukai keluarga saya: sate kambing.

Selain lebih praktis dibanding masakan khas Indonesia penuh rempah lainnya, membakar sate jadi kegiatan asyik yang bisa dilakukan ramai-ramai bersama semua anggota keluarga. Namun mengolah daging kambing untuk sate memang beda dengan jenis sate daging lainnya. Jika salah langkah, sate kambing akan cenderung alot dan beraroma prengus. Nah sebelum hal itu terjadi, cek tips berikut ini dulu, yuk!

1. Pilih daging kambing yang tepat

Pemilihan daging kambing untuk sate itu penting sekali, lho. Paha belakang, punggung, dan has dalam adalah bagian terempuk sehingga lebih mudah diolah. Selain itu, umur kambing juga mempengaruhi kualitas daging. Kambing muda lebih sering dipilih karena dagingnya lebih empuk dan tidak prengus, sedangkan kambing dewasa (atau cenderung tua) terasa lebih alot.

Namun tak perlu khawatir kalau harus mengolah kambing dewasa atau tua. Potong daging kambing dan rendam dalam nanas muda yang sudah dihaluskan hingga dagingnya terasa empuk.

2. Tak perlu cuci, cukup bersihkan dari kotoran & darah

Konon, daging kambing akan lebih prengus dan beraroma tajam kalau dicuci. Oleh karenanya, langkah ini selalu di-skip dan langsung masuk pada tahap pengolahan. Namun untuk menjamin kehigenisan daging, anda bisa bersihkan dari kotoran atau darah dengan tangan, lap basah, atau tisue dapur, kemudian daging kambing bisa langsung diolah. Setelah saya praktikkan, cara ini memang terbukti membuat daging tak berbau sekaligus terasa lebih empuk.

3. Pilih bumbu aromatik dan asam untuk marinasi

Selain tidak dicuci, bumbu aromatik dan asam juga bisa menghilangkan aroma prengus. Pilih bumbu dengan aroma khas seperti daun jeruk, bawang putih, atau ketumbar, atau bumbu dengan rasa asam seperti air jeruk atau air asam untuk menambah citarasa. Caranya, haluskan bumbu-bumbu pilihan anda dan rendam daging kambing selama minimal 1 jam supaya bumbunya resap. Setelah itu, daging bisa ditusuk dan siap dibakar.

4. Bakar dengan api sedang

Ketika membakar sate kambing, baik di teflon atau alat bakar, pastikan anda menggunakan api sedang, ya. Api yang terlalu besar bisa membuat daging sate alot, tidak matang sempurna, dan gosong di permukaan luar. Jadi, bakarlah secara perlahan dan merata. Oh ya, jangan lupa mengolesi daging dengan bumbu marinasi yang sudah ditambahkan kecap dan sedikit minyak. Dengan begitu, permukaan luar sate akan tetap terasa berbumbu.

Coba resep: Sate Kambing

Sajikan sate kambing selagi hangat! Oh ya, sate ini tentunya tak lengkap tanpa sambal kecap, ya. Cara buat sambalnya mudah kok, cukup siapkan irisan cabai merah-hijau, bawang merah, dan tomat yang dipotong dadu. Tuang kecap manis dan sambal kecap siap disajikan dengan sate kambing plus nasi putih hangat atau lontong. Selamat mencoba!