Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Bicara soal masa kecil, pengalaman yang paling berkesan dan tidak mungkin lupa yaitu berburu buah ciplukan yang ada di kebun belakang kantor kecamatan desa setiap pulang sekolah. Rasanya sungguh bahagia dan seru sekali, seperti berburu harta karun! Yang paling menyenangkan, kami selalu mengumpulkan buah ciplukan yang telah dipetik terlebih dulu, lalu dimakan ramai-ramai sambil duduk melingkar atau berdempetan. Kalau masih ada sisa, baru deh kami membaginya untuk dibawa pulang masing-masing untuk ‘oleh-oleh’.

Tahukan anda apa itu buah ciplukan? Bagi anda yang lahir atau tumbuh di pedesaan pada era tahun 90-an, pasti sudah tidak asing dengan buah ciplukan. Sebaliknya, anda bisa saja belum pernah mendengar nama buah unik ini, atau mungkin punya sebutan berbeda? Akhir-akhir ini, buah ciplukan kembali melejit karena khasiat kesehatannya yang ampuh sehingga mulai ramai dibudidayakan lagi. Nah, daripada anda penasaran seperti apa buah ciplukan ini, simak terus ya informasinya berikut ini.

1. Asal-usul

Buah ciplukan yang memiliki nama latin Phisalis Angula dan nama barat ground cherry merupakan tumbuhan semak-semak musiman yang mudah tumbuh liar di mana saja. Selama ini, banyak yang mengira jika buah ciplukan itu berasal dari Indonesia, padahal sebenarnya asal buah ciplukan itu dari Amerika Selatan, yang juga banyak tersebar di negara Asia dan Eropa.

Di Indonesia sendiri, tanaman buah ciplukan terkenal dengan berbagai nama, tergantung daerahnya. Misalnya di Sunda dikenal dengan nama cecenet, nyornyoran (Madura), keceplokan (Bali), leletep (Sumatera), dedes (Sasak), dan masih banyak lagi. Biasanya, buah ciplukan bisa dengan mudah ditemukan di daerah pedesaan.

2. Karakteristik

Bentuk dari buah ciplukan ini menurut saya sangat unik. Buahnya berbentuk bulat kecil, dan dilindungi oleh kelopak daun yang mengembang, persis seperti lampion. Karena itulah beberapa orang menyebut buah ciplukan sebagai Chinese Lantern. Saat masih muda, warna dari buah ciplukan ini hijau muda, dan memiliki rasa yang pahit. Tapi jika sudah matang, buahnya berubah menjadi kuning-jingga dan rasanya pun akan sangat manis. 

3. Manfaat untuk kesehatan

Meskipun ciplukan termasuk ke dalam tanaman semak, jangan salah, manfaatnya bagi kesehatan luar biasa banyak lho. Buah ciplukan punya kandungan tinggi vitamin A, C, dan B sehingga berperan sebagai antioksidan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Buah ini juga ampuh mengobati flu, demam, serta asma, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol, hingga mencegah kanker. Luar biasa sekali kan manfaatnya? 

4. Kegunaan dalam masakan

Dari segi pemanfaatan, biasanya buah ciplukan yang sudah matang dikonsumsi secara langsung, karena rasanya yang manis. Ada juga yang merebusnya bersama air dan diminum sebagai obat herbal. Tapi, bagi anda yang kesulitan untuk menemukan buah ciplukan ini, sekarang buah ciplukan sudah banyak dimanfaatkan dan diolah ke dalam bentuk seperti teh, bahkan kapsul. Jadi lebih praktis juga untuk dikonsumsi.

Jika di luar negeri, buah ini sering dijadikan selai dan saus karena kandungan pektinnya yang tinggi, dijadikan campuran salad bahkan sereal sarapan, serta digunakan sebagai topping cake, pie, dan tart.

Karena permintaannya yang tinggi, buah ini sudah mulai dijual di beberapa supermarket besar. Hanya saja harganya cukup mahal. Jika anda ingin bernostalgia seperti jaman dulu dan ingin menikmatinya dengan harga yang cukup ringan di kantong, anda bisa langsung beli ke petani atau produsen langsung kok. Langsung cek saja secara online.