(Image: simplytale.com)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Akhir-akhir ini saya sedang semangat membuat aneka kue yang dikukus karena teksturnya bisa lembap sekaligus lembut. Selain itu, saya juga bisa tenang sering mengukus tanpa terbebani bayangan tagihan listrik bulanan yang meroket. Meskipun begitu, awalnya saya sering kurang percaya diri saat mengukus. Air dalam panci yang habis, setelan api kompor yang tidak tepat, hingga keraguan karena tidak bisa melihat kondisi kue saat dikukus, sering membuat saya maju mundur. Namun setelah banyak belajar dan sering praktik, saya pun jadi tahu triknya untuk sukses mengukus kue. Langsung aja yuk, check this out!

1. Pastikan ruang panci kukusan lebih besar dari loyang

Adonan kue dapat mengembang dengan baik jika ada cukup ruang di sekitarnya. Oleh karena itu, pastikan loyang anda berukuran lebih kecil panci kukusan. Ingat, bukan pas dengan panci ya, tapi harus lebih kecil dari panci. Nah kalau anda membuat kue dalam jumlah banyak, misalnya bolu kukus, kukuslah dengan jumlah sedikit-sedikit secara bertahap. Misalnya kukus dulu 4-5 buah bolu (tergantung seberapa besar panci). Kalau sudah matang, lanjut lagi mengukus 4-5 buah.

2. Gunakan air secukupnya untuk mengukus

Sebisa mungkin, jangan sampai airnya habis di tengah-tengah mengukus kue. Isilah air dalam panci kurang lebih ¾ jarak antara jaring kukusan dan dasar panci. Terlalu sering buka-tutup panci kukusan sebelum kue matang bisa membuat kue gagal mengembang dan bantat, lho.

3. Pastikan panci kukusan sudah panas sebelum loyang masuk

Sama seperti oven, panci kukusan juga harus dipanaskan sebelum loyang masuk. Bila belum panas, adonan kue yang sudah masuk panci harus menyesuaikan perubahan suhu yang drastis. Nah, hal ini bisa membuat kue tidak mengembang sempurna.  Supaya praktis, mulai panaskan panci kukus saat anda mengerjakan adonan kue. Pakailah api sedang, lalu biarkan air dalam panci mendidih dan muncul banyak uap ketika anda membuka tutup pancinya.

4. Pastikan uap air tidak menetes ke adonan kue

Adonan kue harus steril selama proses kukus, termasuk uap air yang menetes dari tutup panci. Konsistensi adonan akan berubah bila terkena air dari sumber apapun, baik cipratan air rebusan atau air dari uap. Cara mengakalinya, bungkus tutup panci dengan handuk atau kain yang menyerap air. Pastikan ukuran handuk atau kain lebih lebar dari mulut panci, ya.

5. Pakai api kecil atau sedang selama mengukus, kecuali bolu kukus

Pakai api besar supaya kue cepat matang itu bukan jaminan, ya. Jika anda mengukus kue yang permukaannya rata seperti sponge cake, pakailah api kecil atau sedang agar permukaan atas kuenya tidak bergelombang. Sebaliknya, kalau anda mengukus bolu kukus atau muffin, pakailah api besar agar kedua jenis kue tersebut bisa mekar atau “ngakak” permukaan atasnya.

6. Jangan terlalu lama mengukus adonannya

Secara garis besar, waktu kukus kue kurang lebih 30-45 menit untuk ukuran sedang-besar, dan kurang dari 30 menit untuk ukuran kecil. Bolu kukus pun sudah cukup mekar jika dikukus selama 8-15 menit. Nah jika baru belajar mengukus kue, sebaiknya ikuti waktu yang disarankan resep, ya. Kue yang dikukus terlalu lama akan berubah teksturnya jadi ngaret, terutama kue yang memakai banyak tepung.

Makin semangat mengukus kue? Tak perlu khawatir karena anda pasti bisa mendapatkan tekstur yang lembut dan lembap dengan terus berlatih. Oh ya ngomong-ngomong, kue kukus favorit anda apa, nih?