(Image: Palmpedia)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Anda pastinya akrab dengan buah pepaya, ya. Buah tersebut sering beredar di pasaran dan sudah banyak diolah. Namun, bagaimana dengan asam paya? Apakah ini pepaya versi asam, atau ada kaitan dengan buah pepaya? Dua pertanyaan tersebut yang pertama kali muncul di pikiran saya kala mendengar nama buah ini. Tapi ternyata setelah melihatnya langsung, asam paya itu beda sekali dengan pepaya. Bahkan, buah ini secara fisik justru mirip salak!

Tentang penampakan fisik dan rasa

Benarkah asam paya mirip salak? Yup, tepat sekali. Tapi itu dari segi fisiknya, ya. Asam paya memiliki kulit bersisik dengan warna kuning gading saat masih mentah dan coklat muda ketika matang. Buah eksotis ini berukuran lebih kecil dari salak dan tekstur kulitnya lebih keras dari salak. Umumnya, asam paya dijual per bonggol/batang (dengan segerombolan buah) di pasar tradisional.

Bagaimana soal rasa? Kalau anda penggemar buah asam, berarti anda harus coba asam paya. Rasanya asam sekali sampai membuat lidah kelu, terutama kalau dimakan langsung. Tak heran jika buah ini kerap dijadikan bahan asam untuk aneka masakan.

Budidaya dalam negeri

Kalau salak identik dengan tanah Jawa, maka asam paya lebih banyak ditemukan di pulau Sumatera dan Kalimantan. Kalau ke Sumatera, asam paya banyak dijual di Pulau Bangka, Riau, Lampung, dan daerah-daerah di Sumatera Selatan, sedangkan di Kalimantan sendiri banyak diperdagangkan di daerah timur dan utara. Tapi sebetulnya, buah dengan nama ilmiah Eleidoxa Conferta ini cukup tersebar di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Filipina dan lain-lain. Buah asam paya bisa ditemukan  di dekat mata air atau di rawa.

Cara pengolahannya

Menurut para pedagang di pasar, asam paya bisa dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi aneka masakan. Kalau ingin diolah, buah ini perlu dikupas lalu cuci. Pisahkan daging dan bijinya, kemudian potong sesuai kebutuhan. Asam paya biasa dibuat manisan, sambal, campuran sup, atau dimasak dengan ikan. Namun kalau anda ingin mengonsumsinya langsung, sebaikya siapkan bumbu lain seperti garam atau cabe bubuk untuk menangkal rasa asam yang luar biasa itu.

Saya pribadi pernah mendapat oleh-oleh asam paya dari seorang kawan. Sampai sekarang, rasa asam yang benar-benar asam itu masih terngiang, lho. Akhirnya, saya coba olah jadi sajian ikan asam sesuai saran beberapa orang. Tertarik untuk mencoba?