Penulis: Ninna.L

Jika punya waktu luang satu hari tanpa agenda, saya akan memanfaatkannya untuk berbenah dapur. Maklum, hampir tiap hari dapur dijadikan tempat beraktifitas namun sering malas untuk membersihkan dan merapikan kembali dengan seksama. Fokus utama saya biasanya adalah membereskan alat masak dan memeriksa serta merapikan berbagai bumbu dan bahan dapur. Saat membuka rak atas, saya menemukan bungkusan tepung sagu dan tepung tapioka yang letaknya bersebelahan.

Karena masa kadaluarsa keduanya sudah dekat, saya mulai berpikir untuk membuat olahan dari kedua jenis tepung tadi. Dulu awalnya saya sempat bingung membedakan antara tepung sagu dan tepung tapioka. Sekilas keduanya terlihat hampir sama dan fungsinya pun terkadang bisa saling menggantikan. Sampai sekarang anda masih kesulitan membedakannya? Simak yuk ciri dan perbedaannya di bawah ini.

1. Bahan asal

Tepung sagu dan tepung tapioka sama-sama masuk kategori ‘pati’ yang berarti bebas gluten, atau jenis protein yang biasa ditemukan dalam gandum dan barli (jelai). Oleh sebab itu, kedua tepung ini cocok dikonsumsi bagi anda yang berdiet gluten-free ataupun menderita celiac disease. Meski mirip, perlu diingat bahwa keduanya berasal dari bahan yang berbeda.

Tepung sagu terbuat dari pohon sagu, sementara tepung tapioka terbuat dari singkong. Tepung sagu adalah hasil proses pengeringan dari endapan bagian tengah pohon sagu yang sebelumnya telah dihaluskan dan dicampur air. Sedangkan tepung tapioka atau yang sering disebut dengan tepung kanji adalah hasil pengeringan dari pati singkong.

2. Kenampakan

Tepung sagu memiliki warna putih susu dengan tekstur yang garing dan kesat. Sedangkan tepung tapioka berwarna putih bersih dengan tekstur yang licin.

3. Kegunaan dalam masakan

Keduanya sama-sama berfungsi untuk memberikan tekstur kenyal pada olahan basah dan tekstur renyah pada olahan kering. Tepung sagu biasa digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan pempek, bakso, batagor, siomay, kue sagu keju, dan selendang mayang. Sementara itu, tepung tapioka sering digunakan untuk membuat cireng, kerupuk, rempeyek, kue biji ketapang, dan ronde. Karena sifatnya yang mengentalkan dan berwarna bening (transparan), tepung tapioka juga sering dijadikan bahan pengental dalam aneka tumisan.

4. Kondisi di pasaran

Tepung sagu memiliki harga lebih mahal dibandingkan tepung tapioka/kanji. Anda bisa menemukan di pasaran dengan merek Cap Tani, Merapi, Merbabu, dan Alini. Tepung tapioka bernilai lebih ekonomis dan mudah didapatkan, bahkan di warung kelontong sekitar rumah anda. Mulai dari kemasan curah tanpa label hingga dalam kemasan bermerek seperti Rose Brand, Cap Tani, Gunung Agung, dan Cincin Mas.

Karena sifat-sifatnya di atas, tepung tapioka/kanji sering digunakan sebagai pengganti tepung sagu. Namun tetap saja ada beberapa olahan yang memiliki hasil terbaik bila memakai tepung sagu seperti kue sagu keju dan pempek. Jadi kembali lagi, sesuaikan jenis tepung dengan olahan yang akan anda buat ya!