Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Entah perasaan saya saja atau memang akhir-akhir ini cuaca sedang terik-teriknya. Di siang bolong, saya jadi membayangkan kesegaran meneguk es cincau yang terkenal akan khasiatnya meredakan panas dalam. Perpaduan antara kenyal dan lembutnya cincau, gurihnya santan, manis khasnya gula merah, dan segarnya es serut memang mampu menghilangkan dahaga dengan maksimal. Eits, saya sedang membicarakan cincau hijau lho, bukan cincau hitam siap pakai yang banyak dijual di pasaran. Selain warna, apa sih sebenarnya perbedaan antara cincau hijau dan hitam? Simak ya penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Bahan asal

Cincau hijau terbuat dari daun tanaman rambat Cylea berbata Myers dan tanaman perdu Premna oblongifolia yang memiliki manfaat kesehatan seperti meredakan radang tenggorokan dan menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Sementara itu, cincau hitam dibuat menggunakan daun tanaman Mesona palustris atau lebih umum disebut daun janggelan, yang kaya akan serat sehingga baik untuk kelancaran pencernaan dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.  Jadi sudah cukup jelas kan, kalo keduanya ternyata berasal dari jenis daun berbeda.

2. Cara pembuatan

Cara membuat cincau itu sebenarnya cukup mudah. Untuk cincau hijau, anda hanya perlu memetik beberapa lembar daun cincau, lalu remas bersama air matang sampai seluruh lendir dan sarinya keluar. Nah, setelah anda memastikan semua lendirnya keluar, saring air hasil remasan tadi agar terpisah dari ampas daunnya. Diamkan cincau dalam wadah selama kurang lebih 4 jam hingga mengeras dan siap digunakan.

Cara pembuatan cincau hitam agak sedikit berbeda dibanding cincau hijau. Pertama-tama, daun jenggalan dikeringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven bila ada. Setelah itu, daun dibersihkan dari debu serta kotoran yang mungkin menempel dengan lap kering. Rebus daun kering bersama abu merang hitam dan air hingga mendidih dan menyusut. Hasil saringannya akan dimasak lagi dengan tambahan air dan pati tapioka hingga mendidih. Hasilnya kemudian dipindahkan dalam wadah dan dibiarkan selama semalaman hingga mengeras.

3. Tesktur, kenampakan, dan sifat

Sesuai namanya, cincau hijau memiliki warna hijau army atau hijau tua kecokelatan yang kusam. Teksturnya licin dan sangat lembut, jadi tidak bisa dicetak ataupun dipotong-potong. Anda hanya perlu menyendok jika ingin memotong atau menyajikannya. Cincau ini tidak mampu bertahan lama jadi sebaiknya anda membuat seperlunya saja.

Cincau hitam memiki warna hitam pekat dan mengkilat. Teksturnya kenyal dan keras seperti agar-agar sehingga bisa dicetak atau dipotong-potong sesuai selera. Rasa dan aroma dari cincau hitam ini sangat khas, sehingga lebih disukai oleh masyarakat. Selain itu, cincau hitam memiliki kelebihan yaitu lebih tahan lama jika dibandingkan dengan cincau hijau. Itu sebabnya cincau hitam lah yang biasa diproduksi massal dan dijual di pasaran.

4. Kegunaan dalam masakan atau olahan

Cincau hijau biasa disajikan jadi minuman bersama kuah santan, saus gula merah, dan es batu. Ini berbeda dengan cincau hitam, yang biasa dijadikan isian dalam es buah, es campur ala oriental, cappucino cincau, hingga minuman kemasan grass jelly drink yang khas.

Apa pun jenis cincau yang anda pilih, keduanya citarasa dan kegunaannya masing-masing. Membuat cincau hijau sendiri atau membeli cincau hitam siap pakai, jangan lupa untuk pastikan kebersihan dan kualitasnya ya.