(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Saat udara panas, minum es buah tentu rasanya nikmat, ya. Salah satu favorit saya adalah es buah markisa. Manisnya buah markisa bertemu nata de coco, air kelapa, dan es batu sukses menghilangkan dahaga. Nah bicara soal markisa, pastinya yang terbayang di kepala adalah buah berwarna jingga kecoklatan berisi bulir biji yang mirip selasih. Biji markisa inilah yang sering diolah menjadi campuran minuman es, puding, selai, sirup, dan sebagainya.

Buah markisa punya banyak jenisnya. Di Indonesia setidaknya ada 3 jenis buah markisa yang aktif diproduksi. Jika selama ini kita lebih akrab dengan markisa berbentuk bulat dan berwarna jingga kecoklatan, yuk, kenalan dengan dua jenis lainnya!

Jenis-jenis markisa

1. Markisa Asam

Pernah melihat markisa berwarna ungu atau kuning? Yup, itulah markisa asam. Markisa ungu memiliki kulit berwarna ungu-merah kehitaman dengan aroma khas, sementara markisa kuning memiliki kulit kuning cerah jika sudah tua dan rasa asamnya lebih kecut. Kedua jenis markisa asam ini biasa dibuat sari buah markisa, sirup, dan sebagainya.

2. Markisa Besar atau Erbis

Sesuai namanya, markisa besar atau erbis punya ukuran yang paling besar dari jenis markisa lainnya. Markisa besar memiliki bentuk lonjong dengan kulit hijau mudah pucat. Ketika dibelah, tak hanya bulir bijinya yang bisa disantap tapi juga dagingnya yang berwarna kuning. Markisa besar merupakan tumbuhan dataran rendah dan tidak dijual secara komersial.

3. Markisa Manis atau Konyal

Nah, markisa yang satu ini paling sering kita temukan dan diolah. Markisa manis memang terasa manis, dengan bentuk bulat dan berkulit jingga kecoklatan. Markisa jenis ini berasal dari Brazil dan hanya dikembang biakkan di dataran tinggi.

Memilih markisa manis

Memilih buah markisa tak “seketat” buah pada umumnya. Jika kebanyakan markisa manis yang dijual memiliki bintik-bintik hitam di permukaan kulitnya, jangan buru-buru menolak, ya. Selama tak ada cacat atau luka di permukaannya, markisa manis masih terhitung segar dan layak disantap. Pilihlah yang berkulit keriput, gelap, dan sedikit layu karena artinya, markisa memiliki rasa manis. Semakin lunak permukaannya, maka daging buah markisa semakin matang.

Selain itu, coba guncangkan buah markisa. Jika terdengar suara air dari dalam, maka bisa dipastikan markisa masih segar. Terakhir, cek aroma markisa. Biasanya, markisa segar mengeluarkan aroma khas.

Menyimpan markisa manis

Markisa manis adalah salah satu buah yang cukup awet. Simpan di suhu ruang bisa awet kira-kira 7-10 hari, sedangkan simpan di kulkas bisa awet lebih dari itu. Simpan markisa manis dalam bentuk utuh di wadah terbuka. Sebelum diolah, cuci markisa di bawah air mengalir dan keringkan. Markisa manis bisa diolah menjadi minuman es, campuran es buah, puding, selai, dan sirup. Namun ada juga yang mengolah buah ini menjadi cake, lho. Berani mencoba?

Gimana? Rasanya sudah tak sabar untuk segera belanja buah ini, ya. Selain bisa dimakan langsung atau diolah jadi berbagai dessert, pastinya markisa tak lepas dari beragam manfaat untuk tubuh ya, seperti kaya anti oksidan, vitamin C, dan serat yang dapat memperlancar pencernaan, menurunkan berat badan, hingga membantu kerja jantung.