(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Bagi saya, kemangi adalah daun yang serbabisa. Mau dimakan mentah atau diolah dalam masakan, rasanya sama-sama enak, segar, dan pastinya wangi. Daun yang tergolong herbs ini biasa dijadikan penambah aroma wangi pada aneka masakan seperti pepes, tom yam, sup ikan, dan jenis-jenis masakan yang umumnya menggunakan bahan berbau ‘tajam’ seperti amis atau langu. Bahkan saking banyak manfaat, kemangi sering jadi tanaman wajib di kebun rumah. Jadi tak perlu jauh-jauh ke pasar, tinggal pergi ke halaman dan petik saja, deh.

Berhubung daun kemangi mudah diolah, tak ada salahnya menyetok herbs ini di rumah ya. Sebelum siap-siap ke pasar atau memetik ke kebun, simak tips-tips berikut dulu.

Memilih daun kemangi

Daun kemangi biasa dijual dalam bentuk segar. Umumnya, daun kemangi segar masih menancap pada batang utamanya. Untuk daun kemangi segar yang bagus dan wangi, pilih yang umurnya muda dengan daun tipis dan lebar. Perhatikan tekstur daunnya juga. Pilih yang teksturnya halus, tak berlubang, tak kering, serta berwarna hijau segar. Hindari daun berukuran kecil dan keriting karena daun kemangi sudah berumur tua.

Mengolah daun kemangi

Daun kemangi bisa disantap mentah atau diolah dalam masakan. Jika ingin disantap mentah seperti lalapan, karedok, trancam, hingga pecel sayur, petik daun kemangi dari batangnya lalu cuci bersih di bawah air mengalir. Keringkan daun kemangi dengan tisu dapur atau salad spinner, lalu sajikan daun kemangi dengan aneka sayuran lainnya.

Untuk daun kemangi yang akan diolah dalam masakan, langkah awalnya sama seperti di atas yakni cuci bersih daun dan tiriskan. Setelah itu, kemangi bisa langsung dicampurkan dalam masakan. Untuk pepes atau masakan yang dibungkus daun, kemangi bisa langsung disatukan dengan bahan dan bumbu setelah ditiriskan. Untuk tumisan dan rebusan, masukkan kemangi 1-2 menit sebelum anda mematikan kompor. Selain agar tidak layu, wangi khas kemangi akan tetap tercium saat masakan disajikan.

Menyimpan daun kemangi

Daun kemangi segar hanya dapat bertahan di kulkas selama 2 hari. Jika ingin mengawetkannya lebih lama, anda bisa simpan dalam freezer. Tak perlu dicuci, langsung bungkus daun kemangi utuh (masih ada batangnya) dalam kertas atau plastik. Jika memakai plastik, beri beberapa lubang kecil pada plastik. Ini dilakukan agar sirkulasi udara terjaga dan daun tidak cepat layu.

Alternatif lain untuk menjaga kesegaran serta aromanya lebih lama adalah menaruhnya dalam gelas layaknya bunga dalam vas (sama seperti daun ketumbar).  Potong batang kemangi jika terlalu panjang, lalu letakkan dalam gelas. Isi gelas tersebut dengan air hingga ⅓ tinggi gelas. Simpan dalam kulkas dan ganti airnya per 2-3 hari.

Simple, kan? Selain bisa dimakan mentah dan diolah, daun kemangi juga punya banyak manfaat, lho! Yakin nggak mau nyetok?