(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Sebagai pemula dalam dunia baking, membeli oven pastinya masuk dalam wishlist saya. Banyak sekali review soal oven dari sesama bakers, baik yang pemula maupun yang berpengalaman. Dari review-review tersebut, ada 3 jenis oven yang banyak dibahas yakni oven tangkring, oven listrik, dan oven gas.

Ketiga jenis oven tersebut tentu punya kelebihan dan kekurangan. Ada yang bagus untuk memanggang daging tebal seperti ayam utuh atau steak, ada pula yang kurang optimal. Ada oven yang bisa api atas-bawah, ada juga yang tidak. Kalau sudah bicara spesifikasi, fungsi oven tentu bergantung pada kebutuhan memanggang, ya. Kalau saya sih, pinginnya yang bisa masak aneka masakan. Daripada bingung, simak penjelasan di bawah ini, yuk!

Oven Tangkring

Namanya juga tangkring, berarti oven ini harus nimbrung dengan sumber panas lain untuk melakukan proses panggang, misalnya diletakkan di atas kompor atau bara api. Oven tangkring (atau disingkat “otang”) terbuat dari alumunium atau besi. Ada dua versi yang dijual di pasaran, yakni otang dengan bagian atas cekung dan bagian atas lurus. Untuk otang yang punya cekungan, biasanya digunakan untuk memanggang kue atau makanan yang butuh api atas. Nantinya pada cekungan tersebut akan ditaruhkan arang.

Kelebihan:

  • Harganya paling terjangkau dari dua jenis oven lain. Cocok bagi pemula yang baru belajar baking karena bisa melatih ketrampilan memanggang. Selain itu, cocok juga bagi anda yang jarang memanggang kue.
  • Otang juga mudah dipindahkan dan dibawa bepergian. Selama ada sumber panas seperti api atau bara, kenapa tidak?
  • Lebih cepat panas daripada oven listrik.

Kekurangan:

  • Ada otang yang memiliki penunjuk suhu (termometer), ada juga yang tidak. Anda bisa beli termometer secara terpisah. Namun kalau tidak, anda harus siap-siap memakai insting untuk menebak suhu, ya.
  • Bagi yang memakai termometer, harus rajin-rajin cek bahan panggangnya karena ada jenis otang yang panasnya tidak merata. Selain itu, terkadang suhu di termometer terlihat lebih tinggi dari suhu dalam oven.
  • Otang harus disangga agar berdiri kokoh dan stabil. Selain itu, penempatannya harus benar-benar di tengah kompor. Kalau tidak, panggang apapun tidak akan matang sesuai harapan.

Oven tangkring bisa dipakai untuk memanggang cake, kue kering, brownies, macaroni schotel, lasagna, pizza, sampai roti. Tipsnya, pakai api besar untuk memanggang roti. Sedangkan untuk cake, kue kering, pizza, dan schotel, bisa pakai pengaturan antara api kecil dan sedang.

Oven Listrik

Menurut saya, oven ini terhitung paling serbaguna dan praktis. Tinggal colok ke sumber listrik dan panggang, deh! Saat ini sudah banyak variasi dari oven listrik. Ada yang ruang dalamnya kecil, ada pula yang longgar dan bisa tiga tingkat. Bahkan sekarang ada juga oven listrik yang merangkap microwave, lho.

Kelebihan:

  • Ada pengaturan waktu dan suhunya. Tinggal tekan tombol suhu dan waktu, anda bisa kerjakan hal lain sembari menunggu kue matang. Kalau sudah bunyi “ting”, artinya waktu memanggang sesuai setting-an sudah habis. Yang bikin saya makin happy, oven listrik bisa mengatur secara otomatis! Jadi bila kita set panggang khusus cake, waktu dan suhunya akan langsung disesuaikan oleh si oven.
  • Harganya tidak selalu mahal, kok. Anda bisa sesuaikan dengan merek yang dimiliki. Tentunya semakin banyak spesifikasi seperti fungsi microwave, ruang dalam yang luas, atau hemat listrik maka harganya bisa semakin mahal. Intinya, pilih sesuai kebutuhan anda, ya.
  • Mudah dipindahkan kemanapun, pokoknya selalu pastikan adanya keberadaan colokan.
  • Panasnya bisa dikombinasikan, yakni api atas saja, api bawah saja, atau api atas-bawah. Praktis, kan?

Kekurangan:

  • Tagihan listrik naik. Ya, saya mengalami ini. Lagi-lagi bicara soal harga ya, teman-teman. Kalau ovennya mahal, bisa saja lebih hemat listrik. Sementara jika beli yang standar, saya sendiri harus mematikan sebagian besar listrik di rumah demi memanggang kue.
  • Hati-hati kalau membeli yang oven plus microwave, ya. Tanyakan secara detail mengenai pengaturan suhu kepada penjual ovennya. Kalau punya saya, fungsi utama sebagai oven malah kurang maksimal. Suhu tingginya terkadang ‘palsu’, alhasil saya harus panggang kue dua kali agar bisa matang sempurna.

Oven listrik bisa dipakai untuk memasak aneka cake, kue kering, roti, pizza, schotel, hingga panggang daging.

Oven Gas

Oven gas adalah jenis oven yang punya kapasitas terbesar dari dua jenis sebelumnya. Sesuai namanya, oven gas memiliki sumber panas dari gas elpiji. Ada dua jenis oven gas, yakni yang menyatu dengan kompor dan yang berdiri sendiri. Biasanya oven gas yang berdiri sendiri (tidak tergabung dengan kompor) digunakan untuk industri baking makanan atau kue, dapur restoran, toko roti, dan sebagainya. Sedangkan yang paling banyak ditemukan di rumah adalah oven gas yang menyatu dengan kompor.

Kelebihan:

  • Dengan kapasitas besar, oven gas bisa digunakan untuk memanggang bahan dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, tipe oven seperti ini cocok untuk bisnis kue homemade, nih.
  • Hampir semua oven gas punya pengaturan suhu yang otomatis. Begitu juga dengan termometer atau penunjuk suhunya.
  • Hemat tempat jika anda membeli oven yang menyatu dengan kompor. Cocok untuk dapur yang minimalis atau tidak terlalu luas.

Kekurangan:

  • Oven gas jauh lebih mahal dari dua oven sebelumnya.
  • Jika anda sering menggunakannya sekaligus kompor, penggunaan gas bisa boros.
  • Pastikan anda rajin mengecek kualitas oven gas ini karena rentan kebocoran gas. Sebab gas ini tak baik jika sampai tercampur ke dalam makanan yang sedang dipanggang. Tentunya hal ini berbahaya bagi kesehatan, kan?

Oven gas bisa dipakai untuk segala jenis masakan, dari cake, kue kering, roti, schotel, pizza, daging panggang, hingga casseroles. Intinya, oven ini paling serbaguna untuk memasak segala menu.

Nah, itu dia sekilas tentang oven-oven di pasaran ya. Apapun pilihan anda, pastikan budget, ruang, dan kebutuhannya sesuai ya. Selamat belanja!