Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Jika sering makan di restoran Chinese, anda pasti setuju jika masakannya punya rasa dan aroma unik yang menggugah selera. Itu semua karena penggunaan bumbu, rempah-rempah, atau saus khusus yang memberikan cita rasa khas pada setiap masakan. Bahkan tanpa disadari, ada beberapa bumbu-bumbu oriental yang sudah sering kita gunakan karena mampu melezatkan setiap masakan. Apa saja bumbu khas Chinese yang biasa digunakan dalam masakan oriental? Yuk, cek di bawah ini.

1. Minyak wijen

(Image: Shutterstock)

Minyak wijen merupakan minyak nabati yang terbuat dari esktraksi biji wijen. Di pasaran, tersedia dua jenis minyak wijen, yaitu minyak wijen mentah dan minyak wijen sangrai. Minyak wijen mentah memiliki warna bening dan berbau mentah. Sedangkan minyak wijen sangrai memiliki warna yang lebih keruh atau gelap, tapi baunya lebih harum.

Minyak ini punya aroma dan rasa khas sehingga biasa digunakan sebagai penguat rasa pada berbagai masakan oriental. Selain ditambahkan terakhir sebelum masakan diangkat, minyak wijen juga sering dicampurkan dalam bumbu rendaman (marinasi) daging sebelum dimasak. Nasi goreng, kwetiau siram, yakiniku, dan ayam lada hitam adalah masakan yang menggunakan minyak wijen.

2. Saus tiram

Saus yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga anda. Saus tiram terbuat dari tiram rebus yang dikeringkan, lalu dikentalkan menjadi saus bersama aneka bumbu lainnya. Tekstur dari saus tiram ini kental berwarna kehitaman dengan rasa yang asin dan gurih yang kuat. Saus tiram paling cocok diolah bersama aneka tumisan oriental seperti capcay, tumis kangkung, sapo tahu, serta tumisan seafood seperti kepiting, cumi, dan kerang.

3. Kecap asin

Soy sauce atau yang kita kenal sebagai kecap asin juga termasuk ke dalam bumbu khas oriental, lho. Kecap asin terbuat dari kacang kedelai yang difermentasi dalam air garam dengan jumlah yang banyak selama berbulan-bulan lamanya. Warna dari kecap asin ini cokelat tua dengan aroma yang khas. Sedangkan untuk teksturnya sendiri cair seperti air. Karena rasanya yang asin, kecap asin sering digunakan sebagai penambah rasa dalam aneka masakan seperti shabu shabu, teriyaki, dan kwetiau kuah.

4. Cuka beras

Cuka beras atau rice vinegar merupakan salah satu jenis cuka yang terbuat dari fermentasi beras ketan. Aroma dan rasa cuka beras jauh lebih ringan dibanding dengan jenis cuka lainnya. Teksturnya cair, sedangkan untuk warnanya tergantung dari jenis cuka beras. Untuk white rice vinegar warnanya putih kekuningan dengan aroma dan rasa paling ringan, brown rice vinegar berwarna cokelat gelap yang lebih kaya akan rasa dan nutrisi, black rice vinegar berwarna cokelat pekat kehitaman dengan rasa dan aroma yang pekat dan sedikit bau asap, red rice vinegar berwarna kuning kemerahan dengan rasa yang asam-manis-getir-asin, dan seasoned rice vinegar yang merupakan campuran dari white rice vinegar dengan tambahan gula, garam dan MSG.

Red rice vinegar ini adalah jenis yang paling banyak kita jumpai dan lebih dikenal dengan sebutan arak masak, arak merah, atau angciu. Masakan yang menggunakan angciu ini seperti nasi goreng, capcay, dan sapi lada hitam.

5. Tausi

Jika anda tidak suka dengan rasa dan aroma tauco yang kuat, maka anda bisa menjadikan tausi sebagai alternatif pengganti. Rasa tausi hampir mirip dengan tauco, hanya saja sedikit lebih ringan. Tausi terbuat dari fermentasi kedelai hitam dan biasanya dijual dalam bentuk utuh bersama cairannya di dalam kemasan botol dan memiliki rasa yang asin. Masakan yang cocok dimasak bersama tausi adalah aneka tumisan seperti ikan cah tausi, tahu masak tausi, dan mapo tofu.

6. Saus hoisin

Di Chinese, saus hoisin atau saus hoixian biasanya digunakan untuk merendam daging sebelum dipanggang. Terbuat dari kedelai fermentasi yang dicampur bersama beras merah, bawang putih, bubuk ngohiong, biji pekak, cuka, cabai, garam, dan gula. Warna dari saus hoisin ini cokelat tua dengan rasa cenderung manis dan agak pedas. Masakan dengan saus hoisin seperti ayam saus hoisin, charsiu, dan ayam kungpao.

7. Ngohiong

Mungkin anda masih asing dengan bumbu oriental yang satu ini. Ngohiong termasuk ke dalam bumbu bubuk berwarna merah kecokelatan yang terbuat dari campuran lima rempah yaitu kayu manis, cengkeh, adas, merica, dan pekak. Rasa yang dihasilkan sangat unik yaitu perpaduan antara manis, asam, pedas, pahit, dan asin.

Aromanya pun sangat harum dan khas. Ngohiong sering digunakan untuk membumbui ayam dan daging, serta sering dijadikan sebagai penyedap rasa di dalam masakan oriental. Sajian khas yang menggunakan bumbu ini yaitu daging giling yang dibalut kulit tahu tipis untuk kemudian dikukus dan digoreng.

8. Angkak

Angkak adalah beras merah khas Chinese yang cukup populer di Asia dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Sebenarnya, angkak berasal dari beras putih yang difermentasi oleh jamur sehingga menghasilkan warna merah keunguan yang pekat. Angkak berbentuk bulir-bulir padi utuh dan sering digunakan sebagai pengawet makanan, pewarna makanan, campuran rempah pada masakan, juga sering dijadikan sebagai bahan anggur beras. Contoh sajian yang menggunakan bumbu ini seperti ayam angkak, charsiu, dan bebek panggang.

9. Saus plum

Saus plum merupakan saus kental yang terbuat dari campuran buah plum, cuka, rempah-rempah, gula, dan aprikot. Teksturnya sangat kental menyerupai selai dengan rasa yang manis. sedangkan untuk warnanya cokelat tua kemerahan. Biasanya, saus plum digunakan sebagai saus pelengkap dalam hidangan bebek peking. Itulah sebabnya saus plum juga disebut dengan nama duck sauce atau saus bebek. Meski begitu, saus plum juga seirng digunakan untuk campuran masakan lain seperti ayam dan tahu.

Saus tiram dan minyak wijen mungkin jadi dua jenis bumbu oriental yang sudah sering anda gunakan. Tapi masih ada jenis bumbu lainnya yang patut dicoba, lho. Tentunya sesuaikan dengan jenis masakan yang akan anda coba, ya. Selamat bereksperimen!