Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Kumpul Lebaran tak lengkap tanpa aneka kudapan dan kue kering. Salah satu suguhan kue kering yang menurut saya unik adalah lidah kucing. Namanya sangat menarik, bahkan saya sempat googling mengapa bisa dinamakan begitu. Ternyata, kue kering ini bentuknya memang mirip lidah kucing, yakni tipis dan panjang.

Mengenal lidah kucing

Kue lidah kucing berasal dari Belanda, yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari istilah aslinya “katte tong”. Pada dasarnya, kue ini berwarna keemasan dengan rasa gurih-manis. Namun di masa kini, lidah kucing diberi aneka perasa dan pewarna. Poin plusnya, lidah kucing jadi semakin menarik perhatian.

Di Indonesia lidah kucing sering jadi suguhan hari raya seperti Lebaran, Natal, atau Imlek. Biasanya, lidah kucing diletakkan dalam toples berjejer dengan kue kering lain. Bagi saya, kue ini terbilang unik karena merupakan satu-satunya kue kering yang ringan, tipis, dan renyah. Tentunya membuat tekstur tersebut tak semudah menaburkan keju di atas kue ya. Langkah pembuatannya harus benar-benar diperhatikan. Misalnya kocokan putih telur dan gula harus sampai stiff peak atau kaku. Selain itu, adonannya tak boleh overmixed supaya hasilnya renyah dan lumer di mulut.

Untuk melihat resep selengkapnya, bisa klik resep Lidah Kucing ala ResepKoki.

Nah seperti yang saya katakan, bikin kue lidah kucing itu gampang (gampang susah). Setelah baca resep aslinya, bahan-bahan utama yang diperlukan adalah mentega, terigu, telur, dan gula halus. Sederhana banget, kan? Namun bikin kue ini tetap ada tantangannya, lho. Oleh karena itu, scroll ke bawah untuk tahu tips membuat lidah kucing renyah, tipis, plus anti gagal!

1. Dengan atau tanpa kuning telur, apa bedanya?

Setelah menelusuri resep-resep lidah kucing, beberapa menyebutkan harus pakai kuning telur tapi ada pula yang tidak. Nah sebetulnya, resep asli lidah kucing itu tidak pakai kuning telur ya. Mengapa? Sebab, kuning telur membuat lidah kucing bertekstur lebih tebal.

Namun di sisi lain, tekstur agak tebal ini bisa meminimalisir gosong. Bentuk lidah kucing yang tipis bisa cepat matang. Nah kalau salah panggang, bisa-bisa warnanya jadi terlalu gelap. Kalau pakai kuning telur, teksturnya akan lebih kokoh. Rasanya juga bisa lebih gurih. Jadi tipsnya, pakailah kuning dan putih telur dengan takaran 1:2. Misalnya pakai 2 telur, maka pakai 2 putih telur dan 1 kuning telur dalam adonan.

2. Campur mentega dengan margarin agar lebih ekonomis.

Salah satu bahan yang menyumbangkan rasa gurih nan renyah adalah mentega. Bahan satu ini memang bikin lidah kucing punya rasa gurih dan aroma khas. Kalau mau lebih otentik, anda bisa pakai roombutter yang aroma dan rasa menteganya lebih kuat.

Nah, quote “ada harga, ada rasa” itu benar adanya. Semakin berkualitas (mahal) mentega yang kita pakai, maka hasilnya akan semakin enak. Namun jangan khawatir, anda tetap bisa bikin lidah kucing renyah dan enak versi ekonomis. Kuncinya, campurkan mentega dan margarin dalam resep anda. Margarin ini bisa bikin tekstur lidah kucing lebih kokoh dan renyah. Nah kalau tak mau kehilangan rasa khas menteganya, tetap tambahkan dengan perbandingan 1:1.

Baca juga: Jenis Lemak Untuk Membuat Kue

3. Tak punya gula halus? Haluskan saja gula pasir.

Gula halus lebih efektif untuk resep lidah kucing. Sebab gula ini lebih mudah tercampur dengan tiga bahan utama lain, terutama ketika sedang di-mixer. Bagaimana jika tak punya gula halus? Haluskan saja gula pasir atau gula putih lain yang teksturnya cenderung berpasir, besar, atau kasar. Caranya, masukkan gula pasir sesuai takaran resep dalam blender dan proses hingga halus.

Baca juga: Aneka Jenis Gula Yang Perlu Kita Kenal

4. Tak ada cetakan khusus, loyang datar pun jadi.

Memanggang dengan cetakan lidah kucing pastinya lebih mudah dan praktis. Lagipula, cetakan khusus ini banyak dijual di pasaran dengan harga terjangkau. Namun jika tidak berencana menambah koleksi loyang, pakai saja loyang datar yang ada untuk memanggang kue kering. Lapisi loyang datar dengan margarin, cooking spray, atau baking paper. Setelahnya, cetak adonan lidah kucing seukuran jari telunjuk. Pastikan anda memberi jarak antar adonan, ya, agar kue bisa tidak bertabrakan saat mengembang.

5. Pemilihan loyang itu penting!

Eits, jangan remehkan penggunaan loyang, lho. Pasalnya, material loyang mempengaruhi waktu panggang si lidah kucing yang rapuh. Ada banyak jenis material loyang seperti alumunium dan besi. Nah, kalau pakai loyang besi, waktu panggangnya lebih singkat daripada alumunium. Alasannya, loyang besi merupakan penghantar panas yang lebih baik, sehingga kue kering lebih cepat terpanggang. Jadi, tambah waktu memanggang jika anda pakai loyang alumunium. Misalnya, pakai loyang besi butuh waktu 15 menit, maka pakai alumunium bisa set 20 menit.

Baca juga: Mengenal 3 Material Loyang Kue Yang Umum Dipakai

6. Set suhu oven yang sesuai.

Nah, sampailah kita pada tantangan sesungguhnya: memanggang! Agar lidah kucing sukses, kita harus mengakali suhu dan letak loyang pada oven. Jika anda pakai oven listrik, set 150-160 derajat Celcius dengan api atas dan bawah, sedangkan oven gas cukup pakai api bawah saja. Lalu perhatikan ukuran oven. Kalau oven anda pendek, pakailah rak bawah untuk memanggang, sedangkan untuk oven tinggi gunakan rak tengah, ya.

Baca juga: 6 Alasan Mengapa Kue Kering Tidak Renyah

Dengan tips di atas, anda tak perlu bingung saat membuat lidah kucing, ya. Sayang sekali, kan, jika harus melewati kue kering bertekstur renyah dan tipis ini. Selain tips di atas, cek juga tips memanggang kue kering yang sukses lainnya di sini. Selamat mencoba!