(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu.K

Entah kenapa saya suka sekali dengan aroma pandan. Rempah ini memberikan aroma khas yang wangi dalam segala jenis makanan, mulai dari hidangan gurih sampai pencuci mulut manis. Tak hanya itu, pandan itu pasti identik dengan warna hijau. Coba lihat cake, bolu, dan aneka kue lain dengan rasa pandan. Saya jamin warnanya tak akan jauh dari hijau. Ya tidak semua sih, karena ada beberapa masakan yang tak berubah hijau meski diberi daun pandan.

Nah, cara memilih dan menyimpan daun pandan itu penting, lho. Kalau asal saja, aroma khas yang wangi itu bisa cepat hilang. Oleh karena itu, simak yang satu ini yuk!

Memilih daun pandan

Ada banyak jenis pandan di Indonesia, yakni pandan duri, pandan wangi, pandan melintir, pandan laut, dan sebagainya. Nah, pandan yang biasa digunakan untuk memasak adalah pandan wangi. Lalu apa fungsi pandan lain? Umumnya, pandan-pandan tersebut dijadikan tanaman hias, obat, atau anyaman. Ciri pandan wangi adalah tekstur daunnya halus, tepi daunnya tidak tajam, berwarna hijau cerah, dan pastinya tercium aroma wangi.

Di pasaran, pandan wangi dijual dalam dua bentuk yakni pandan segar dan pandan kering. Pandan kering biasa digunakan untuk anyaman, sedangkan yang untuk masak adalah pandan segar. Pilihlah yang benar-benar segar dengan ciri daunnya berwarna hijau cerah, bertekstur halus tanpa noda hitam atau kotoran, dan aroma wanginya kuat.

Menyimpan daun pandan

Daun pandan paling bagus digunakan saat masih segar. Namun ketika menyimpannya secara utuh di kulkas, daun beraroma ini tak akan tahan lama. Paling tidak gunakan sebelum 3 hari. Cara menyimpannya, masukkan daun pandan dalam kantung plastik kering dan letakkan dalam kulkas bagian sayur.

Cara kedua, buat saja jadi ekstrak pandan. Bentuknya cair seperti jus dan bisa awet disimpan lebih lama. Berikut langkah pembuatannya.

  • Potong daun pandan per 4 cm, lalu cuci dan tiriskan.
  • Masukkan potongan daun pandan dalam blender. Beri air sedikit dan blender hingga halus. Selanjutnya, saring ekstrak daun pandan hingga tersisa airnya saja. Buang ampasnya.
  • Tuang ekstrak pandan ke dalam wadah/toples kering dan kedap udara.

Ekstrak pandan wangi ini bisa langsung dipakai untuk bikin cake, bolu, dan sebagainya. Kalau tak langsung dipakai, simpanlah di dalam kulkas. Biasanya kalau disimpan, ekstrak pandan akan mengendap dan menghasilkan pasta pandan. Konsistensinya lebih pekat dari ekstrak sebelumnya. Nah ternyata, pasta inilah yang membuat makanan dan aneka kue menjadi hijau.

Mudah sekali, kan? Pandan ini memang bisa jadi stok rempah wajib. Saat ini, banyak sekali orang yang mulai menanam pandan di kebun rumah. Selain lebih murah, kita juga lebih mudah memantau kesegaran daun serbaguna ini. Anda mau ikutan?