(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu.K

Ayo ngaku, siapa yang suka menyisihkan garnish di atas makanan? Padahal, garnish daun itu berguna untuk menambah aroma dan rasa masakan, lho. Salah satu garnish daun yang terkenal di Indonesia adalah daun ketumbar. Daun ini rasanya agak pahit tapi sebetulnya mengandung antioksidan dan antibakteri. Aromanya pun cukup khas terutama jika daunnya benar-benar segar. Bagaimana cara memilih dan menyimpan daun ketumbar agar tetap segar? Check this out!

Memilih daun ketumbar

Di pasaran, daun ketumbar dijual dalam dua bentuk yakni segar dan kering. Kalau anda pilih yang segar, ada beberapa ciri yang harus diperhatikan, nih. Pertama, pilih daun berwarna hijau cerah dan hindari daun yang telah menguning. Ingat ya, daun ketumbar itu yang daunnya runcing dan batangnya tipis. Jangan sampai tertukar dengan daun selada atau peterselli.

Langkah berikutnya, cek bagian batangnya. Coba tegakkan di atas tangan dan perhatikan apakah batang berdiri kokoh atau cenderung bungkuk. Pilih yang kokoh, mulus, dan berwarna hijau terang ya. Terakhir, jangan pilih daun ketumbar yang terlalu basah, baik daun maupun batangnya.

Menyimpan daun ketumbar

Daun ketumbar bisa cepat layu kalau salah simpan, lho. Oleh karena itu, perhatikan baik-baik dimana anda biasa menyimpannya. Kulkas adalah tempat terbaik menyimpan daun ketumbar, sebab daun ini tumbuh di daerah beriklim sejuk cenderung dingin. Berikut alternatif menyimpan daun ketumbar yang baik.

1. Simpan dalam keadaan segar.

Daun ketumbar segar pastinya terlihat cantik di atas sajian anda. Selain itu, aroma dan rasanya pasti lebih kuat. Pertama, anda bisa menyimpannya seperti bunga. Sering lihat pajangan bunga dalam vas, dong? Nah, cara menyimpan daun ketumbar segar kurang lebih seperti itu.

Keringkan daun ketumbar sebentar dengan cara dianginkan. Siapkan mason jar atau gelas yang diisi air sebanyak ⅓  tinggi jar atau gelas. Potong batang daun ketumbar jika terlalu panjang dan letakkan dalam wadah air. Setelah itu, siapkan kantung plastik bening dan tutupi daun ketumbar dengannya. Pilih plastik yang agak besar supaya masih ada ruang untuk daun ketumbarnya. Ikat bagian bawah plastik dengan tali atau karet dan tusuk plastik di beberapa sisi sebagai lubang udara. Simpan daun ketumbar dalam kulkas dan ganti airnya tiap 2-3 hari sekali. Dengan cara ini, daun ketumbar bisa awet hingga 1 minggu.

Kulkas tak telalu besar? Ganti wadah air dengan handuk basah. Caranya sama, yakni keringkan daun ketumbar lalu bungkus batangnya dengan handuk basah. Tutupi dengan plastik bening, ikat bagian bawah plastiknya, dan buat lubang di beberapa sisi. Cara ini bisa membuatnya awet selama 5 hari dalam kulkas. Cara terakhir adalah masukkan daun ketumbar dalam plastik kedap udara atau ziplock kering, lalu simpan dalam kulkas. Daun ketumbar bisa awet 5-7 hari.

2. Simpan dalam keadaan kering.

Eits, jangan salah. Meski tidak terlihat segar dan hijau, daun ketumbar kering bisa awet jauh lebih lama, lho. Selain itu, rasa dan aromanya pun cukup kuat. Caranya, siapkan tisu dapur dan letakkan daun ketumbar di atas. Ingat ya, daunnya saja. Beri jarak antar daun lalu tutup lagi dengan tisu dapur. Selanjutnya, anda bisa pakai oven atau microwave. Kalau pilih microwave, panaskan daun ketumbar selama 1 menit saja.

Kalau pilih oven, preheat dalam suhu 120-145 derajat Celcius. Setelahnya, masukkan daun ketumbar dalam oven dan panggang selama 20-30 menit. Cek daun ketumbar agar tidak terlalu kering dan warnanya berubah coklat. Kalau mulai terlihat kering dan daunnya berwarna hijau agak tua, anda boleh mengangkatnya dari oven. Simpan dalam toples atau wadah kedap udara dan simpan dalam suhu ruang.

Mudah, kan? Daun ketumbar sering dipakai untuk garnish masakan Asia, terutama tom yam, sup ikan, dan kari. Agar tak terbuang sia-sia, santap daun ketumbarnya bersamaan dengan kuah dan daging, ikan, atau seafood ya. Selamat mencoba!