(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Saya pasti kagum dengan bakers yang lihai membuat cake. Selain cake-nya terlihat cantik, langkah pembuatannya pun enak dilihat. Bayangkan ketika cake tersebut keluar dari oven, warnanya terlihat cerah, menarik, dan mudah dikeluarkan dari loyang. Jadi ingat terakhir kali bikin cake, saya harus makan langsung dari loyang karena cake-nya susah diangkat dan lengket. Kalaupun bisa dikeluarkan, cake-nya jadi terlihat berantakan dan ada bagian yang terpotong. Wah kalau cake-nya untuk suguhan, pastinya anda tak mau mengecewakan tamu, ya. Daripada terulang lagi, lebih baik cek tips berikut, yuk!

1. Loyang harus kering dan bersih.

Cake yang sukses berawal dari loyang yang bersih. Pastikan anda pakai loyang yang bersih dan kering, ya. Sedikit kotoran atau bekas kue di dasar loyang tentunya mempengaruhi hasil panggangan atau kukusan, salah satunya adalah kue akan sulit terangkat dari loyang. Oleh karena itu, bersihkan loyang dari kerak dan kotoran. Jangan lupa mengecek loyang jika ada baret atau penyok.

Baca juga: Tips Membersihkan Loyang Kue Dari Kerak & Karat

2. Lapisi dasar loyang dengan margarin atau cooking spray.

Cara yang satu ini pasti sudah akrab dengan bakers, ya. Margarin atau cooking spray dapat melicinkan permukaan loyang, sehingga cake bisa diangkat dengan mudah saat matang. Oleskan margarin atau semprotkan cooking spray pada dasar loyang. Oleskan atau semprotkan agak banyak, tapi jangan terlalu banyak karena dapat mempengaruhi rasa cake. Setelah itu, taburi dengan sedikit tepung pada bagian yang sudah dioles.

3. Atau, lapisi dengan kertas baking atau silpat.

Selain margarin dan cooking spray, anda juga bisa pakai kertas baking atau silpat yang lebih praktis. Kedua jenis pelapis ini dijamin tak akan meninggalkan bekas cake di dasar loyang. Kertas baking biasanya hanya dipakai satu kali, sedangkan silpat dapat dipakai berulang kali. Agar silpat awet, rajin-rajinlah membersihkannya dengan lap basah hangat dan lembut. Keringkan dan simpan dalam bentuk tergulung.

4. Gunakan loyang anti lengket.

Loyang anti lengket dapat meminimalisir cake yang lengket. Pasalnya, permukaan loyang anti lengket terasa licin sehingga memudahkan cake untuk diangkat. Ada beberapa jenis loyang anti lengket, misalnya loyang teflon, loyang baja/besi, dan loyang silicon. Harganya tentu lebih mahal dari material loyang yang lain, tapi anda tak perlu melapisinya lagi dengan banyak mentega/margarin dan tepung.

Baca juga: Mengenal 3 Material Loyang Kue Yang Umum Dipakai

5. Cek kematangan cake dengan lidi.

Jangan salah. Hal ini juga mempengaruhi lengket tidaknya cake, lho. Ada beberapa cake yang teksturnya cenderung fudgy seperti brownies. Namun untuk kue bertekstur puffy seperti sponge cake, chiffon, atau butter cake pastikan agar dipanggang/dikukus hingga matang. Cara mengeceknya, tusuk kue dengan lidi dan lihat apakah ada adonan yang menempel. Kalau ada, sebaiknya kue dipanggang/dikukus beberapa saat lagi hingga benar-benar matang.

Baca juga: 6 Tips Sukses Memanggang Kue

6. Dinginkan cake sebelum diangkat.

Kita sering buru-buru mengeluarkan cake dari loyang saat masih hangat. Padahal, kebiasaan ini justru bikin cake lengket, lho. Kandungan mentega dalam cake cenderung lunak ketika masih hangat. Sebaliknya jika dibiarkan dingin dalam suhu ruang, mentega akan lebih memadat sehingga cake lebih mudah dikeluarkan dari loyang. Gunakan pisau untuk mengiris tepi cake agar tak terlalu menempel dengan loyang, ya.

Nah, mudah kan? Sekarang anda tak perlu ragu memanggang atau mengukus cake di rumah. Oh ya selain dipanggang dan dikukus, cake juga bisa dibuat dengan rice cooker, lho! Langsung aja cek di sini, yuk. Selamat mencoba!