(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Saya pasti ngiler kalau lihat steak di kompetisi masak TV. Apalagi kalau proses masaknya diperlihatkan secara detail, dari steak-nya dibumbui sampai dipanggang di atas iron pan. Juice steak plus suara desis di atas wajan itu sukses bikin saya ngacir ke resto steak terdekat.

Namun resto steak dimana-dimana itu mahal, ya, terutama yang memang kualitasnya bagus dan punya nama. Kalau sudah begitu, salah satu cara menikmati steak berkualitas dengan harga terjangkau adalah buat versi homemade-nya. Tidak sulit seperti kelihatannya, kok. Anda bisa mulai dengan resep beef steak dari ResepKoki plus tips sukses memanggang berikut ini!

1. Pilih daging yang tepat

Ada banyak pilihan daging untuk steak. Tak hanya bentuk tapi juga pilihan daerah asalnya yakni USA, New Zealand, dan lokal. Daging New Zealand terasa paling empuk, sedangkan daging lokal adalah yang paling keras. Hal ini disebabkan oleh perawatan sapi potong yang berbeda. Sapi New Zealand biasa dimanjakan dan diberi perawatan khusus. Di sisi lain, sapi lokal umumnya adalah sapi pekerja. Jadi, pilih daging favorit anda, misalnya daging has dalam yang merupakan bagian paling empuk. Butuh referensi lain? Baca di sini, ya.

Penting bagi kita untuk menentukan tebal dan berat daging untuk steak. Biasanya daging impor itu lebih tebal, sedangkan lokal lumayan tipis. Namun anda bisa langsung cek ke supermarket, karena di sana juga menyediakan jasa potong daging by request. Mintalah dipotong setebal 2-4 cm saja. Kalau terlalu tipis, daging bisa overcook sedangkan terlalu tebal matangnya bisa lama kalau tak pakai oven khusus. Untuk ukuran gramnya bisa disesuaikan dengan selera anda.

2. Empukkan dan marinasi daging

Tidak semua daging harus melewati proses pengempukkan. Daging USA dan New Zealand pada dasarnya sudah empuk, sehingga bisa langsung dibumbui dan dipanggang. Kalau pilih daging lokal, anda bisa mengempukkan dengan cara berikut. Salah satu yang paling ampuh dan simpel adalah nanas. Haluskan buah nanas dengan blender lalu rendam daging steak dalam puree buah selama 30 menit. Bungkus wadah rendaman hingga kedap udara dan diamkan dalam kulkas. Setelah itu, cuci daging hingga bersih.

Konon, daging steak sebaiknya diberi bumbu seminimal mungkin. Tujuannya agar rasa asli daging, terutama daging impor, tidak hilang karena kebanyakan bumbu. Tak heran jika orang bule biasa membumbui steak hanya dengan garam, merica, dan olive oil. Namun ini preferensi, ya. Sebab jujur, sebagai orang Indonesia saya tetap menginginkan bumbu yang kaya. Tapi kalau tetap berpegang pada prinsip “minimal” tanpa terasa hambar, gunakan garam, lada, kecap, dan bawang putih bubuk. Selain itu, anda bebas menambahkan bumbu sesuai selera.

Tusuk daging secara asal di beberapa sisi agar bumbunya meresap. Taburkan garam, merica, dan lain-lain merata pada semua sisi daging. Kalau mau bumbunya menyerap sempurna, letakkan daging dalam wadah kedap udara dan simpan dalam kulkas selama minimal 30 menit dan maksimal 1 malam. Kalau ingin mengunggulkan rasa daging, langsung letakkan di atas pan saja. Intinya, sesuaikan dengan selera anda ya.

3. Panggang daging dengan wajan

(Image: Lazada)

Memanggang steak paling mudah dan praktis adalah pakai wajan datar. Nah, kunci dari panggangan yang sempurna adalah wajan panas. Pakailah wajan besi jika ingin hasilnya sempurna, tapi tak masalah kalau pakai teflon atau grilling pan, seperti Maxim Teflon Square Grill (lihat di Lazada) berlapis Teflon Xtra yang aman karena bebas PFOA, asal memperhatikan hal ini.

Panaskan sedikit minyak atau margarin dalam wajan dengan api sedang. Masukkan daging steak secara perlahan dan panggang hingga matang sesuai selera.

Tingkat kematangan steak secara umum adalah rare, medium rare, medium, medium well, dan well done. Apa perbedaannya? Silahkan baca selengkapnya di sini. Tingkat kematangan tersebut diukur dengan termometer masak. Namun jika tak punya, perhatikan waktu memasaknya sebagai berikut.

  • Kematangan rare memerlukan waktu pemanggangan 2 menit 30 detik per sisi.
  • Kematangan medium rare memerlukan waktu pemanggangan 3 menit 30 detik per sisi.
  • Kematangan medium memerlukan waktu pemanggangan 4 menit per sisi.
  • Kematangan medium well memerlukan waktu pemanggangan 5 menit per sisi.
  • Kematangan well done memerlukan waktu pemanggangan 6 menit per sisi.

FYI, waktu masak ini tidak mutlak benar, ya. Perlu latihan berkali-kali hingga mendapatkan kematangan yang sesuai. Keterangan di atas untuk steak dengan tebal 3,5 – 4cm.

4. Diamkan steak setelah dimasak, pentingkah?

Sebagian besar makanan memang enak disajikan panas, termasuk steak. Namun akan lebih baik jika steak didiamkan dulu setelah keluar dari wajan. Tujuannya agar sari daging atau juice tertahan dalam daging. Jadi ketika dagingnya diiris, juice-nya akan meleleh keluar ala iklan steak di TV. Nah, bagaimana kalau tak didiamkan? Daging steak tentunya masih panas, ya. Namun tekstur luar dagingnya masih basah, sehingga terlihat kurang cantik disajikan. Tak mau, kan, piring anda banjir nantinya?

Semakin sebentar steak dimasak, maka semakin lama waktu mendiamkannya. Misalnya anda masak steak rare, maka waktu mendiamkannya kurang lebih 5 menit sebelum disajikan. Sedangkan steak well done cukup 1 menit saja sebelum disajikan.

Tidak sesulit itu, kan? Tips di atas dijamin ampuh bagi anda yang ingin coba memasak steak di rumah. Jangan lupa siapkan juga kentang goreng, potongan sayur (wortel, kacang polong, buncis), beserta saus favorit anda, ya!