(Image: The Kitchn)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Sepertinya saya harus banyak belajar istilah bahan baking, nih. Suatu kali saya pernah bantu teman memanggang kue. Kami belanja dulu di supermarket karena katanya teman saya mau beli TBM. Ketika sampai di rak bahan kue, teman saya mengambil TBM sedangkan saya tertarik dengan dua bahan lainnya: SP dan ovalet. Saya penasaran apa fungsi TBM dan teman saya bilang untuk melembutkan kue. Waktu saya tanya bedanya dengan SP dan ovalet, teman saya cuma nyuruh googling. Yah, ternyata dia juga tak tahu, ya. Nah kalau anda juga penasaran, langsung scroll di bawah ini, yuk!

Apa itu cake emulfisifier?

TBM, SP, dan ovalet adalah cake emulsifier. Sebelum mengetahui bedanya, kita juga sebaiknya mengenal apakah cake emulsifier itu. Secara harafiah, cake emulsifier adalah pengemulsi atau penyatu bahan-bahan kue (baked goods) yang bertentangan, seperti bahan yang menganduk lemak/minyak dan yang cair. Hasil memakai cake emulsifier adalah adonan yang punya konsistensi baik. Dalam kata lain, bahan ini penting sekali dalam pembuatan kue, ya.

Hasil panggangan kue dengan dan tanpa cake emulsifier juga beda, lho. Pada dasarnya, cake emulsifier berfungsi untuk melembutkan. Proses ini terjadi saat pengocokan bahan dimana emulsifier menangkap udara sebanyak mungkin. Oleh karena itu, kue dengan emulsifier pasti terasa lembut dan berpori halus. Tidak salah juga kalau emulsifier disebut pengembang kue, meski tidak sekuat baking soda dan baking powder, ya.


Pilihan kami: SP Koepoe, 48 ribu.


Bentuk-bentuk cake emulsifier

Cake emulsifier itu tak hanya yang kita lihat di supermarket. Ada versi alaminya juga seperti kuning telur, madu, mustard, kedelai (soybean), dan sebagainya. Penggunaan emulsifier alami yang sukses terlihat pada pembuatan mayonaise. Tentunya bahan-bahan tersebut mudah ditemui, terutama kuning telur yang memang akrab dalam pembuatan cake, roti, dan kue kering. Penambahan kuning telur dapat membuat kue terasa lembut dan tidak seret.

Namun tak selamanya kuning telur bisa diandalkan. Pasalnya, memakai satu telur dalam adonan berarti perlu tiga kuning telur sebagai pengelmusi agar hasilnya lembut. Jadi kalau memakai 3 telur untuk satu kue, maka kuning telurnya butuh 9 butir. Wah, bayangkan saja mahalnya kue tersebut, ya. Selain alasan harga, kuning telur juga mengandung lemak tinggi. Bagi anda yang sedang jaga berat badan dan kesehatan pasti akan berpikir ulang. Oleh karena itu, penggunaan cake emulsfier bermerek jadi sangat membantu.

Beda TBM, Ovalet, dan SP

Bagi anda yang gemar baking, tiga cake emulsifier ini pastinya tidak asing lagi. Banyak yang bertanya-tanya apa perbedaan tiga bahan ini. Sebetulnya tak ada perbedaan yang mencolok dari tiga bahan ini. Ketiganya sama-sama berfungsi sebagai pelembut kue, hanya saja tiga jenis emulsifier ini punya kualitas yang berbeda. SP bagus untuk resep kue yang telurnya dikocok hingga kaku, sedangkan TBM memiliki komposisi yang lebih kompleks dari ovalet. Namun tak perlu panik karena tiga pengelmusi ini tetap cocok untuk adonan cake, bolu, donat, bahkan es krim.

Nah, sekarang tak perlu pusing lagi soal pengelmusi kue, ya. Konon menurut para bakers, pakai pengelmusi untuk kue bisa mengurangi risiko kue yang gagal, lho! Jadi bagi yang baru belajar baking pun bisa membuat segala jenis kue dengan mudah. Perhatikan ketentuan pemakaiannya juga, ya, supaya tak salah takar.