(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Setiap melihat tukang gorengan di pinggir jalan, ibu saya langsung begidik. Pasalnya, minyak goreng yang dipakai si abang gorengan pasti terlihat gelap. Ibu sering memperingatkan bahwa minyak goreng yang menghitam itu tak baik untuk kesehatan. Memang sih, kadang minyak sengaja dipakai hingga berwarna gelap agar tidak boros. Namunmenghemat penggunaan minyak itu tak harus sampai segitunya, lho. Ada cara yang lebih sehat untuk memakai minyak sekaligus tidak menguras kantong belanja. So, check it out!

1. Manfaatkan teknik masak yang berbeda.

Menggoreng adalah teknik masak favorit. Selain praktis dan cepat, hasilnya pun memuaskan dan dijamin enak jika dilakukan dengan tepat. Nah, kalau ingin hemat minyak, coba kurangi deep-fry dan perbanyak menu yang tak butuh banyak minyak. Dalam arti lain, pilih teknik menggoreng sedikit minyak seperti menumis. Teknik masak ini mudah dilakukan dan dapat mengombinasikan berbagai daging, sayur, telur, dan bahan makanan lain. Tak perlu jauh-jauh cari referensi, coba klik di sini untuk lihat resep tumisan ala ResepKoki.

Terlalu sering makan gorengan juga tak bagi tubuh. Jadi, kenapa tidak coba teknik memasak lain? Seperti memanggang dengan teflon, kukus, atau merebus. Sebagian resep dari teknik masak tersebut memang masih butuh minyak, tapi tidak sebanyak menggoreng.

2. Pilih wajan datar dan antilengket untuk menggoreng.

Ibarat makan nasi pakai piring beda dengan pakai mangkuk. Semakin cekung permukaannya, maka muatannya akan semakin banyak. Hal ini juga berlaku ketika menggoreng, terutama jika ingin menghemat minyak. Pakailah wajan datar yang lebih sedikit memakai minyak dari wajan cekung (wok). Selain itu, pakai wajan antilengket pun dapat mengurangi penggunaan minyak. Sebab dengan wajan antilengket, tak perlu memakai banyak minyak untuk membuat makanan matang sempurna.

3. Membuat urutan bahan yang akan digoreng.

Ketika menggoreng, pakai minyak baru tentu rasanya lebih nyaman. Namun terlalu sering pakai minyak baru boros juga, ya? Sebetulnya minyak bisa dipakai berkali-kali, lho. Tak perlu khawatir akan kualitasnya selama urutan menggoreng bahannya tepat.

  • Pakai minyak baru alias minyak dari kemasan untuk menggoreng kacang dan kerupuk. Dua bahan ini tak punya aroma yang khas, sehingga tak akan mempengaruhi rasa dan aroma minyak. Selain itu, warna minyak akan tetap terlihat jernih.
  • Minyak bekas goreng kacang atau kerupuk bisa dipakai untuk menumis sayur, menumis bumbu seperti bawang goreng, cabai, dan lainnya, atau menggoreng tempe dan tahu. Kalau mau goreng tempe dan tahu, dahulukan goreng tahunya, ya. Rasa tahu cenderung netral sehingga tidak terlalu mempengaruhi rasa minyak.
  • Terakhir, minyak pemakaian di atas bisa dipakai untuk goreng jenis lauk berbumbu dan memiliki rasa khas seperti telur, ayam, ikan, dan lainnya. Bisa juga untuk menggoreng bahan bertepung dan aneka makanan frozen seperti nugget.

4. Gunakan jenis lemak lain untuk menumis.

Khusus untuk menumis, anda bisa kurangi penggunaan minyak dengan memanfaatkan jenis lemak lain. Ada beberapa jenis lemak yang bisa dipakai untuk menumis seperti margarin dan margarin. Tentunya kedua jenis lemak ini memberikan rasa yang lebih gurih untuk tumisan anda. Ketahui perbedaan mentega dan margarin di sini.

Nah, sekarang tak perlu khawatir biaya bulanan meningkat karena minyak. Selain lebih hemat, anda juga selangkah lebih maju untuk hidup lebih sehat dan bebas kolesterol. Yuk, kurangi minyak!