(Image: Shutterstock)

Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Sebagai wanita karir yang sibuk, saya tak punya banyak waktu untuk memasak. Itulah sebabnya alat masak praktis dan serbaguna di dapur sangat dibutuhkan untuk menghemat waktu saya. Dengan adanya panci presto, saya merasa sangat terbantu saat memasak daging. Waktu masak yang lama agar daging bisa empuk dan berbumbu meresap pun tidak pernah saya alami lagi di dapur. Meski begitu, menggunakan panci presto pun tak bisa sembarangan. Salah-salah, panci anda bisa rusak bahkan menyebabkan kecelakaan.

Nah, bagi anda yang baru pertama kali menggunakan panci presto, sebaiknya ikuti poin-poin di bawah ini agar bisa tetap menggunakan panci presto tersebut dengan aman.

1. Periksa kondisi panci sebelum digunakan

Sebelum digunakan, sebaiknya anda memeriksa kondisi panci presto terlebih dahulu. Pastikan panci dalam keadaan yang benar-benar bersih. Karena ada kotoran yang menghambat sedikit saja bisa membuat tutup panci presto anda tidak tertutup dengan rapat, sehingga tekanannya pun akan berkurang. Pastikan juga kondisi gasket atau cincin karet tidak kering, retak, ataupun rapuh, karena bisa mempengaruhi tekanan pada panci anda.

2. Bumbui daging sebelum dimasak

Meskipun panci presto berfungsi untuk melunakkan daging, tak ada salahnya anda sekaligus membumbui daging tersebut. Selain agar rasa daging tidak hambar, bumbu yang dimasak dalam panci juga akan meresap sampai ke dalam daging dengan sempurna, sehingga rasanya akan jauh lebih gurih.

3. Isi panci dengan air dan daging secukupnya

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan saat menggunakan panci presto yaitu mengisi panci sampai penuh. Padahal hal tersebut justru tidak baik. Sebaiknya, isi panci dengan air dan daging sampai setengah panci saja agar tekanan dalam panci tidak berkurang dan daging matang secara merata. Mengisi panci secukupnya juga akan menghindari kerusakan pada panci karena bekerja terlalu keras.

4. Kecilkan api saat panci sudah berbunyi

Salah satu ciri khas dari panci presto adalah bunyi yang nyaring dihasilkan saat tekanan uap sudah tinggi. Nah, saat panci presto anda sudah berbunyi, sebaiknya kecilkan api demi menghemat gas. Karena saat panci sudah berbunyi, otomatis uap sudah tinggi, sehingga besarnya api tidak akan mempengaruhi tingkat kematangan daging. Kalaupun anda ingin menggunakan api besar, gunakan hanya di waktu awal memasak saja.

5. Jangan membuka panci sampai semua uap dalam panci keluar

Sekalipun terdengar sepele, tapi jangan pernah mengabaikan poin terakhir ini. Setelah mematikan kompor, usahakan untuk tidak langsung membuka paksa tutup panci, karena uap di dalam panci masih tinggi sehingga jika tutup panci dibuka secara paksa, maka uap akan terdorong keluar dan tidak menutup kemungkinan uap tinggi tersebut akan melukai anda. Jadi demi menghindari kecelakaan, ada baiknya anda membiarkan semua uap dalam panci keluar dengan sendirinya. Baru setelah itu anda bisa membuka tutup panci dengan aman tanpa takut terkena uap panas.

Setelah mengetahui tips di atas, sekarang anda tidak perlu takut lagi saat menggunakan panci presto. Hidangan daging empuk pun bisa tersaji cepat di meja makan rumah anda.