Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Selain kurma, kolang-kaling juga merupakan salah satu makanan yang wajib ada saat bulan puasa. Entah itu dimakan begitu saja sebagai manisan, atau dicampurkan pada aneka jenis minuman segar untuk takjil. Saya pun juga tak ingin ketinggalan dengan membuat 1 toples besar manisan kolang-kaling dan menyimpannya di kulkas. Biasanya saya membuat manisan di minggu pertama bulan puasa.

Saya akan menyempatkan pergi ke pasar sesudah subuh untuk mendapatkan kolang-kaling yang masih segar, sekaligus bahan masak lainnya. Kita harus jeli memilihnya sebab ada beberapa penjual nakal yang menambahkan bahan berpengawet, bahkan formalin! Jadi anda harus lebih hati-hati memilih kolang-kaling dengan tips berikut ini.

1. Pilih yang muda

Anda pasti menginginkan kolang-kaling yang empuk saat dimakan. Nah, untuk mendapatkan kolang-kaling seperti itu, maka anda harus membeli kolang-kaling yang masih muda. Ciri kolang-kaling yang masih muda adalah warnanya yang bening dan bentuk yang lebar dan pipih. Jika anda menemukan kolang-kaling yang warnanya kusam dan keras, atau yang bagian tengahnya sedikit berlubang, berarti itu kolang-kaling yang sudah tua dan bertekstur keras seberapa lama pun anda memasaknya.

2. Air rendaman

Kolang-kaling biasanya dijual dalam keadaan yang terendam air. Hal tersebut bertujuan agar kolang-kaling tetap segar. Tapi kadang ada saja pedagang nakal yang tak mengganti air rendaman tersebut. Pilihlah kolang-kaling yang air rendamannya selalu diganti. Cirinya adalah air tetap jernih. Anda juga bisa memeriksanya dengan meraba kolang-kaling. Jika berlendir dan lembek sebaiknya jangan dibeli, karena bisa dipastikan jika air rendaman kolang-kaling tersebut jarang diganti dan bahkan sudah ditumbuhi kuman.

3. Aroma

Seperti yang kita ketahui, kolang-kaling memiliki aroma asam yang khas. Ada beberapa orang yang mungkin sedikit terganggu dengan aroma asam tersebut, lalu memilih kolang-kaling yang tidak beraroma. Padahal sebenarnya kolang-kaling yang tidak beraroma patut dicurigai sebagai kolang-kaling berpengawet. Zat pengawet mampu menghilangkan aroma alami dari kolang-kaling tersebut.

4. Warna

Seperti yang disebutkan di poin pertama, kolang-kaling memiliki warna bening atau kusam. Jika anda menemukan kolang-kaling yang berwarna putih sangat bersih, bisa dipastikan jika kolang-kaling tersebut mengandung zat formalin yang tidak baik bagi tubuh. Sebaliknya, hindari juga kolang-kaling yang sudah diberi pewarna oleh penjualnya. Demi keamanan, lebih baik anda membeli kolang-kaling asli dan memberikan pewarna sendiri di rumah.

5. Tekstur

Kolang-kaling memang memiliki tekstur yang sedikit kenyal, tapi hati-hati jika anda menemukan kolang-kaling yang kenyalnya tak wajar. Coba anda tekan kolang-kaling beberapa kali dengan kuku. Jika kolang-kaling tersebut tetap elastis, mungkin kolang-kalingnya sudah diberikan formalin.

6. Perhatikan apakah kolang-kaling dihinggapi lalat atau tidak

Makanan yang dihinggapi lalat memang terkesan jorok dan menjijikkan, tapi ternyata keberadaan lalat juga bisa dimanfaatkan untuk mengetes apakah suatu makanan diberi zat pengawet atau tidak, termasuk kolang-kaling. Meski begitu, bukan berarti anda harus membeli kolang-kaling yang dihinggapi banyak lalat, ya. Tapi perhatikan saja, jika masih ada 1-2 lalat yang hinggap, berarti kolang-kaling tersebut bebas zat pengawet, tapi jika tak ada lalat yang hinggap satu ekor pun, sebaiknya kolang-kaling tersebut jangan dibeli.

Semoga tips di atas bisa membantu, ya. Jangan sampai deh niat sehat dengan memasak kolang-kaling sendiri malah gagal gara-gara bahan tersebut sudah diberi bahan pengawet sebelumnya.