Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Sebentar lagi buka puasa dan penjual takjil mulai menggelar dagangannya. Biasanya saya lebih fokus ke gorengan atau minuman es karena lebih mudah dibawa pulang. Namun waktu bosan dengan gorengan atau es yang itu-itu saja, saya pun mulai melirik bubur beraneka ragam. Awalnya saya pikir akan langsung kenyang saat nyemil bubur takjil tapi ternyata tidak, loh. Memang itu enaknya bubur takjil. Bisa memuaskan mulut, tapi perut tetap muat untuk makanan besar. Kira-kira apa saja camilan bubur selama bulan puasa, ya? Check this out!

1. Bubur Mutiara

bubur mutiara

Seperti namanya, bubur ini terlihat seperti mutiara. Hanya saja “mutiara” ini terbuat dari sagu dan mudah ditemui di pasar atau supermarket. Bubur mutiara memiliki rasa yang manis-legit dari mutiara yang kenyal dipadu dengan gurihnya santan. Selain warnanya yang menarik, bubur ini juga sangat mudah dibuat karena hanya butuh dua bahan inti, yakni sagu mutiara dan santan.

2. Bubur Candil

bubur candil

Bubur asal tanah Jawa ini rasanya manis dan legit. Nama candil berasal dari bola-bola yang terbuat dari tepung ketan, kemudian direbus dalam gula merah hingga kecokelatan. Sekilas candil dan biji salak memang mirip, tapi kolak biji salak terbuat dari ubi kuning. Bubur candil merupakan perpaduan antara candil dan santan. Hati-hati saat memasak candilnya ya, karena kalau salah bisa keras dan sulit dikunyah.

3. Bubur Kacang Hijau

bubur kacang hijau

Bubur kacang hijau atau burjo memang bisa ditemui di luar bulan puasa, tetapi tetap banyak orang yang menjual bubur ini sebagai takjil. Seperti namanya, bubur kacang hijau merupakan kacang hijau yang direndam selama beberapa jam, hingga teksturnya melunak seperti bubur. Rasanya manis dan akan semakin mantap jika ditambahkan kuah santan. Slurp!

4. Bubur Jagung

bubur jagung

Jagung memang serba bisa dibuat apapun. Entah minuman hingga sup, rasanya tetap enak! Bubur jagung terbuat dari pipilan jagung yang diblender atau dihancurkan kasar, lalu dimasak dengan santan. Rasanya gurih dan manis dan menurut saya, bubur yang satu ini sama sekali tidak bikin eneg.

5. Bubur Sumsum

bubur sumsum

Kalau bubur satu ini sepertinya tidak pernah absen dari dagangan takjil. Bubur sumsum terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan. Alhasil, bubur ini punya tekstur yang lembut dengan rasa manis-gurih. Bubur asal Jawa ini disebut sumsum karena warnanya yang putih bersih dan teksturnya selembut sumsum tulang.

6. Bubur Kampiun

Bubur Kampiun lengkap

Wah, kalau bubur yang satu ini memang juara! Eh tapi benar loh, bubur kampiun ini berasal dari kata “champion” yang artinya juara. Bubur asal Minang ini memadukan berbagai jenis bubur seperti bubur sumsum, bubur ketan hitam, bubur kacang hijau, kolak candil, dan kolak pisang. Bayangkan semua bubur favorit anda di atas terhidang dalam satu mangkuk. Wah, rasanya ada pesta di dalam mulut, ya! Uniknya lagi, rasa yang beragam tersebut justru menyatu dengan sempurna. Memang tak banyak yang berjualan bubur ini karena pembuatannya yang susah, oleh karena itu bubur kampiun menjadi takjil khas bulan puasa.

Kapan lagi bisa menemukan aneka jenis bubur berjejer kalau bukan di bulan puasa? Biasanya penjual bubur saling berpencar satu sama lain, tapi sekarang bisa ditemukan di satu meja dagangan takjil. Ayo berburu bubur!