(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Sebagai orang Indonesia, saya tak bisa hidup tanpa nasi. Sejak kecil, yang namanya makan kenyang itu harus pakai nasi, lauk, sambal, dan kerupuk. Meskipun isu diabetes sedang gencar-gencarnya, tetap saja porsi nasi saya tidak berubah. Apalagi kalau makan di RM Padang yang nasinya memang favorit saya. Tidak lembek, pulen, dan semakin enak kalau dimakan pakai tangan! Pada dasarnya, saya memang tak suka nasi lembek. Jangankan dikunyah, disendok saja sudah malas rasanya. Oleh karena itu, saya pun mencari tahu cara masak nasi yang pulen dan wangi. Anda mau tahu rahasianya? Yuk, scroll ke bawah!

1. Cuci beras maksimal tiga kali

Biasanya kita kurang yakin saat mencuci beras. Saya pernah mencuci beras lebih dari lima kali, karena saya pikir kalau airnya keruh, tandanya beras belum bersih. Padahal cuci beras tiga kali saja sudah cukup. Terutama kalau masak beras organik, cuci maksimal tiga kali dimaksudkan agar seratnya tidak hilang. Caranya, tuang atau alirkan air ke dalam wadah rice cooker sambil mengaduk beras, hingga seluruhnya terendam air. Buang kotoran yang berada di permukaan, lalu tiriskan beras dengan saringan atau tahan dengan tangan anda di mulut wadah rice cooker. Kalau anda memakai panci anti lengket untuk masak nasi, cuci beras anda dalam wadah lain, ya. Tanpa sadar, lapisan panci anti lengket bisa tergores-gores saat mencuci beras.

2. Perbandingan air dan beras harus tepat

Nasi bisa lembek karena kelebihan air, oleh karena itu penting untuk memperhatikan takaran air dan beras. Pakai rasio 1:2 untuk beras dan air. Artinya, satu gelas beras ditambahkan dua gelas air. Pastikan gelasnya memiliki ukuran yang sama, ya. Tapi kalau anda pakai beras perah, tambahkan airnya sedikit lebih banyak.

3. Tambahkan bumbu ekstra agar nasi bercita rasa dan wangi

Untuk nasi putih yang pulen dan wangi, kuncinya adalah tambahan bumbu saat memasak nasi. Untuk cita rasa yang gurih, anda bisa tambahkan secuput garam atau beberapa tetes minyak. Bisa pakai minyak kelapa atau minyak zaitun sesuai selera. Untuk nasi wangi, tambahkan sedikit cuka atau beberapa helai daun pandan. Contohnya seperti Nasi Liwet Sunda yang memakai berbagai macam rempah seperti daun salam, potongan cabai, irisan bawang, dan serai.

Sedangkan kalau ingin nasi yang tidak mudah basi, tambahkan jeruk nipis atau lemon. Sebagai perbandingan, gunakan setengah jeruk nipis atau lemon untuk satu liter beras jenis apapun. Jeruk nipis dan lemon mengandung anti bakteri yang dapat memperlambat nasi menjadi basi. Oh ya, bumbu ini ditambahkan sebelum anda tekan tombol “cook” pada rice cooker.

4. Masak beras 20-30 menit, setelah itu diaduk

Kalau anda masak dengan rice cooker, anda bisa tahu nasi yang matang saat tombol “cook” berubah jadi “warm”. Namun jika pakai panci, masak beras selama 20-30 menit dan pakai api kecil saja. Setelah kira-kira matang, diamkan selama kurang lebih 5-10 menit agar beras di dasar panci juga ikut matang. Mau masak dengan rice cooker atau panci, nasi matang perlu diaduk secara merata hingga uap air keluar agar nasi tidak cepat basi karena uap yang tertinggal di antara nasinya.

Setelah mencoba beberapa kali dengan tips ini, nasi saya akhirnya bisa pulen! Oh ya, sedikit tambahan tips: masak nasi secukupnya saja, alias sesuaikan dengan porsi anggota keluarga anda. Karena kalau tidak segera dihabiskan, lama-lama nasi bisa berair dan akhirnya basi juga. Selain itu, sayang kalau nasi dibuang-buang. Kata nenek saya, nasi itu tetesan keringat petani. Pamali!