(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Ibu saya doyan jus kurma. Menurut beliau, rasanya manis tapi tidak bikin gemuk. Saking seringnya beli, akhirnya saya mencicipi jus tersebut karena penasaran. Rasanya memang manis tapi tidak seperti gula atau madu. Pokoknya, saya belum pernah mencoba rasa manis ini sebelumnya! Eh tapi, kurma sudah sering digunakan sebagai pengganti gula, terutama untuk pasien diabetes atau yang memiliki gejala penyakit jantung. Dan ternyata, kurma juga aman dikonsumsi tiap hari, lho! Wah, saya ini benar-benar ketinggalan zaman.

Berhubung bulan puasa semakin dekat, kurma banyak ditemui di pasar atau supermaket dengan mudah. Buah ini juga bisa jadi pembuka yang pas setelah seharian anda berpuasa, karena kandungan gulanya mudah dicerna jadi gula darah. Dalam kata lain, kurma bisa bikin anda semangat lagi! Selain itu, kurma juga kaya akan zat besi, lho, dan ini bagus untuk ibu hamil dan anda yang sering kecapekan. Wah kalau manfaatnya begitu banyak, rasanya ingin nyimpan stok di rumah, ya? Tapi bagaimana cara memilih dan menyimpan agar kurma tetap awet? Yuk simak tipsnya berikut ini!

1. Kurma segar atau kurma kering, pilih yang mana?

Kurma biasa dijual dalam kemasan atau eceran. Kalau anda memutuskan untuk beli kurma eceran, ada beberapa hal yang harus anda ketahui agar tidak salah beli. Sebelum membeli, anda harus mengetahui jenis-jenis kurma di pasaran. Ada dua jenis kurma, yakni kurma muda atau ruhtab dan kurma kering. Untuk kurma kering sendiri ada dua macam, yaitu kurma semi-kering dan kurma kering. Semakin kering, tekstur kurma akan semakin keras dan memiliki kandungan gula yang tinggi.

Kurma muda memiliki dua warna, yakni kuning kehijauan dan merah. Yang merah berukuran lebih besar dari kuning. Selain itu, buahnya agak keras dan berwarna putih mirip kelapa. Rasanya sepet dan tidak terlalu manis seperti buah sawo. Kalau di Timur Tengah sana, buah ini bisa dipanen mentah atau setengah matang langsung dari pohonnya, lho!

Sedangkan kurma kering bisa anda temui di pasar dengan mudah, dan harganya jauh lebih murah dari kurma muda. Tidak terlalu sulit mengenali kurma kering yang bagus karena bisa langsung tahu dari fisiknya. Pilihlah kurma dengan kulit mengkilat dan lembut ketika disentuh. Jangan lupa cek kondisi kulit bila ada goresan atau luka. Selanjutnya, pilih kurma berukuran besar dengan daging tebal, karena kurma yang kecil dan keriput sudah berumur lama.

Warna kurma yang masih segar adalah cokelat atau merah, sedangkan kurma berumur lama cenderung merah kehitaman. Dan satu hal paling penting, pilih kurma yang tidak lengket kulitnya. Ada beberapa pedagang yang berlaku curang dengan menambahkan gula atau madu agar rasa kurma lebih manis.

2. Simpan di suhu ruang atau kulkas? Bisa!

Pada dasarnya kurma adalah buah yang awet, terutama kalau sudah dikeringkan. Kurma kering dan semi-kering dapat tahan dalam suhu ruang selama tiga bulan. Namun jika anda menyimpannya di dalam kulkas, dua jenis kurma tersebut tetap bagus hingga setahun kemudian.

Sedangkan kurma segar atau kurma muda hanya tahan beberapa minggu dalam suhu ruang. Oleh karena itu kalau ingin disimpan dalam waktu lama, letakkan dalam wadah tertutup yang kedap udara. Selanjutnya, simpan di dalam freezer sehingga bisa tahan sampai 2 minggu.

Sekarang anda tak perlu ragu lagi untuk menyimpan kurma. Selain jus, buah ini juga sering dibuat campuran dessert seperti puding, kue kering, saus topping, es krim, bahkan di beberapa negara digunakan untuk memasak ayam. Menarik sekali, kan? Oleh karena itu, yuk, segera diborong kurma-kurmanya!