(Image: Shutterstock)

Penulis: Vira

Buah apa yang berwarna ungu dan bisa dimasak sebagai hidangan utama? Yap, terong jawabannya! Anda mungkin seringkali menganggap bahwa terong termasuk ke jenis sayuran, tapi ternyata terong ini termasuk ke dalam buah-buahan, lho. Terong termasuk ke dalam genus Solanum, setara dengan tomat dan kentang. Yang paling saya suka dari terong ini adalah teksturnya yang lembut dan empuk.

Selain itu, terong memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi sehingga terong jadi salah satu makanan yang baik untuk tubuh. Terong juga seringkali dijadikan sebagai pengganti daging bagi orang-orang vegetarian. Ketika anda memasak terong, salah satu faktor yang mempengaruhi citarasanya adalah kualitas serta cara mengolah terong. Oleh karena itu, kali ini saya akan membahas tips dalam memilih dan mengolah terong. Dibaca sampai akhir, ya!

Memilih terong yang baik

1. Pilihlah dengan kulit yang halus tanpa bercak

Salah satu terong yang baik adalah terong dengan kulit yang halus tanpa adanya bercak-bercak coklat atau hitam. Maksud dari kulit yang halus ini juga salah satunya adalah terong yang tak memiliki bagian yang telah terbuka. Kalau anda melihat terong yang dijual di pasar, seringkali terdapat terong yang sudah terbuka pada bagian kulitnya atau kulitnya mengkerut. Hal ini menandakan bahwa terong terlalu matang sehingga daging buahnya terasa lebih pahit.

2. Pilih yang berukuran sedang

Ketika membeli terong di pasar, janganlah tergoda oleh ukuran. Anda mungkin berasumsi bahwa semakin besar ukuran terong maka semakin banyak dagingnya. Hal itu memang benar, tapi terong yang berukuran besar justru memiliki banyak biji dan daging buahnya pun bersifat keras. Selain itu, terong yang berukuran besar juga cenderung memiliki rasa yang pahit. Oleh karena itu, pilihlah terong yang berukuran sedang, ya.

3. Tekan dengan jari untuk memastikan kematangan

Untuk memastikan kematangan terong, anda bisa mengeceknya dengan menekan terong secara perlahan dengan jari. Kalau teksturnya lembut atau tak terlalu lembek maka terong sudah matang dan siap untuk diolah. Tetapi, jika terong terlalu lembek artinya terong sudah terlalu matang dan rasanya pahit, sedangkan terong yang keras menunjukkan bahwa si terong belum cukup matang untuk dikonsumsi.

Mengolah terong

1. Menggoreng 

Salah satu cara mengolah terong yang bisa anda gunakan adalah menggorengnya di atas minyak panas, seperti terong krispi contohnya. Untuk menghasilkan terong krispi yang enak, anda bisa menyelupkannya ke dalam tepung beras atau tepung kanji yang telah diberi air. Nah, supaya minyak pada terong krispi tidak berlebihan, ada baiknya terong yang telah dipotong direndam ke dalam larutan garam selama 10-20 menit lalu dibersihkan. Baru deh anda bisa menggorengnya ke dalam minyak panas. Menu goreng lainnya yang bisa anda coba yaitu sambal terong.

2. Merebus 

Merebus merupakan salah satu cara praktis dalam memasak terong. Tinggal celupkan terong ke dalam kuah dan masak beberapa saat hingga mendidih dan matang. Saat merebus, sebaiknya jangan terlalu lama agar si terong tidak terlalu lembek. Salah satu contoh menu yang bisa dicoba adalah sayur lodeh terong.

3. Bakar

Cara membakar terong ini merupakan cara yang cepat dan juga simpel karena tak butuh bahan yang begitu banyak. Hanya dengan terong, margarin, dan kecap pun anda sudah bisa menikmati masakan yang enak. Untuk membuatnya, potonglah terong memanjang jadi 4 bagian, lalu rendam ke dalam air garam selama 10-20 menit. Setelah itu, anda bisa menaruhya di atas panggangan dan mengoleskannya dengan margarin. Tunggu hingga setengah matang, baru deh anda olesi kecap manis dan tunggu lagi hingga matang. Terong bakar ini nikmat banget kalau anda sajikan dengan sambal terasi.

Terong memang bahan masakan yang murah meriah dan mudah didapat. Dengan keterampilan memilih dan mengolah yang baik, anda juga bisa makan enak dengan modal sedikit. Selamat mencoba!