(Image: Shutterstock)

Penulis: Intan.L | Editor: Ria

Terlahir sebagai penyuka sayuran adalah anugerah bagi saya, karena banyak juga orang yang tidak menyukai sayuran, dan ketika ditanya alasannya, jawabannya standar, “Dari kecil memang tidak suka sayur”.

Makanya sekarang sejak dini saya selalu mengajarkan buah hati untuk menyukai sayuran, karena sayur mengandung serat, vitamin serta mineral yang baik bagi kesehatan tubuh. Agar sayur tidak membosankan di lidah, variasi olahan menjadi salah satu siasatnya.

Jangan sampai kita menyajikan sayur bening lagi, atau sekedar tumisan saja, pasti bosan! Salah satu variasi sayuran yang sangat “Indonesia” banget adalah dengan mencampurkan bumbu kacang ke dalam sayuran, sehingga jadilah yang namanya gado-gado, lotek, pecel, karedok, ketoprak, tahu tek dan nasi lengko yang bisa menjadi pilihan anda dalam menyajikan sayur dengan rasa yang sangat nikmat. Apa saja ya perbedaan 7 menu tersebut?

1. Gado-gado

Makanan yang berasal dari Jawa ini selalu menggiurkan dimakan kapan dan dimana saja. Gado-gado terbuat dari bermacam sayuran yang direbus mulai dari kangkung atau bayam, kol, kacang panjang, jagung, kentang, mentimun, labu, dan dicampur tempe atau tahu sebagai pelengkap.

Bahan tersebut kemudian diaduk dengan bumbu kacang yang merupakan campuran dari kacang tanah yang sudah digoreng, gula jawa, air asam jawa, garam dan terasi yang membuat wangi bumbu gado-gado menjadi unik. Gado-gado biasanya dilengkapi dengan telur rebus dan bisa dimakan dengan nasi, lontong atau tidak dengan keduanya, jika anda memang sedang diet karbo.

Oya, pernah sekali saya makan gado-gado di Kota Cirebon, dan ternyata ada yang berbeda, bumbu kacangnya dicampur santan agar rasanya lebih gurih, namun tidak mengubah secara tampilan. Saya pun baru menyadarinya ketika teman saya yang asli Cirebon mengatakan hal tersebut. Ketika saya konfirmasi pada ibu penjualnya, ternyata benar, lho, gado-gadonya menggunakan santan. Pantas saja rasanya lebih gurih.

2. Lotek

Hampir sama dengan gado-gado, lotek juga berasal dari Jawa dan merupakan campuran sayuran matang yang telah direbus dan macamnya hampir mirip dengan gado-gado. Hanya saja pada bumbu kacangnya ditambahkan kencur dan bawang putih sehingga wanginya jadi lebih khas dibanding gado-gado. Lotek juga tidak disajikan dengan irisan telur rebus dan kentang, namun biasa dibarengi dengan ketupat atau lontong.

Di salah satu kota kecil di Jawa Barat, yakni Kuningan, tempat saya dibesarkan, lotek tidak ada bedanya dengan gado-gado. Hanya terkait penamaan saja. Bila di Jakarta disebut gado-gado yang juga berarti campur aduk, sedangkan di Kuningaan biasa disebut lotek.

3. Pecel

Pecel yang berasal dari Madiun ini juga jadi salah satu makanan yang berisi campuran sayuran matang seperti kangkung, kacang panjang, tauge, dan mentimun. Namun penyajiannya berbeda dengan gado-gado dan lotek yang diaduk rata dengan bumbu kacang yang sudah dihaluskan. Bumbu kacang disajikan dengan cara disiram di atas sayuran yang telah disatukan di dalam pincuk yang terbuat dari daun. Pincuk ini juga merupakan salah satu keunikan dari pecel yang berbeda dari yang lainnya.

Bumbu kacang pecel juga diulek tak terlalu halus. Bumbunya terdiri dari kacang tanah, gula merah, cabai, dan garam diberi perasan jeruk limau atau purut yang membuat wangi bumbu kacangnya sangat khas. Terakhir, pecel biasanya disajikan dengan rempeyek rebon, teri atau kacang tanah yang akan menambah nikmat dengan kerenyahannya.

4. Karedok

Karedok paling enak dinikmati saat santap siang hari sebab karedok terbuat dari sayuran mentah yang segar dan renyah. Makanan khas Sunda ini terdiri dari campuran sayuran mentah seperti tauge, mentimun, kol, kacang panjang, dan kemangi yang juga akan membuatnya jadi wangi. Selain kemangi, kencur juga jadi bumbu yang membuat karedok menjadi sangat khas. Perpaduan sayur mentah, kemangi, dan bumbu kacang yang dicampur kencur, membuat karedok bercita rasa super sedap!

5. Ketoprak

Sajian ini adalah salah satu makanan berbumbu kacang tetapi minim sayuran dan tentunya bisa jadi alternatif pilihan bagi anda yang tidak suka sayuran. Ketoprak merupakan sajian khas Betawi yang berisi bihun, tauge, tahu putih goreng, dan potongan lontong atau ketupat. Tahu putih ini biasanya digoreng sesaat setelah ketoprak dipesan dan hendak disajikan. Hmm, kebayang kan, bagaimana harum aroma tahu yang menguar.

Bumbu kacangnya juga memiliki aroma yang cukup kuat dari bawang putih mentah di dalamnya. Selain disiram bumbu kacang, ketoprak juga diberi sedikit siraman kecap manis agar lebih sedap. Ohya, jika membelinya di pedagang keliling, bumbu ketoprak tidak diulek di atas cobek lho, melainkan di atas piring dengan menggunakan ulekan dari bambu.

6. Tahu tek

Tahu tek memiliki asal usul penamaan yang unik, karena makanan khas Surabaya ini menyajikannya dengan cara memakai gunting untuk memotong bahannya seperti tahu, mentimun, lontong, kentang goreng dan tauge. Ketika memotong bahan tersebut menggunakan gunting, maka akan timbul bunyi tek, tek, tek, sehingga akhirnya dikenal dengan sebutan tahu tek.

Tahu tek juga berbeda dengan makanan berbumbu kacang lainnya karena menggunakan petis di dalam bumbu kacang yang juga dicampur dengan air, cabai, gula dan bawang putih. Di daerah asalnya, tahu tek lalu dibuat lebih bervariasi. Tahu putih dipotong-potong atau dihancurkan, lalu dicampur dengan telur untuk kemudian digoreng jadi mirip telur dadar. Sajian ini kemudian disebut dengan tahu telur.

7. Nasi Lengko

Nasi lengko adalah makanan sederhana khas pantura, yakni Cirebon, Indramayu, Brebes dan sekitarnya. Sesuai namanya, nasi menjadi bahan utama yang menjadi bagian di dalamnya, tidak seperti yang lain. Nasi putih ditambahkan tauge rebus, mentimun mentah, tahu goreng, tempe goreng, irisan saun bawang, dan disiram dengan bumbu kacang. Tak hanya disiram bumbu kacang saja, namun nasi lengko juga disiram dengan sambal kecap, dari campuran kecap dan irisan cabe rawit. Kerupuk bulat putih akan menjadi pelengkap nasi lengko ini, yang juga dikenal sebagai makanan murah meriah namun kaya protein.