(Image: Shutterstock)

Penulis: Vira | Editor: Ria

Saya pernah melihat suatu artikel di salah satu website yang menyebutkan bahwa di Skotlandia, ada seorang wanita bernama Susan, yang selama 7 tahun hidupnya selalu mengonsumsi makanan mentah tanpa sedikitpun makanannya diolah. Hasilnya? Wanita yang saat ini berumur 32 tahun tersebut memiliki wajah seperti remaja. Setelah melihat artikel tersebut, saya kagum sekaligus bertanya-tanya pada diri sendiri. “Apa ya rasanya mengonsumsi makanan mentah tanpa sekalipun menyentuh makanan yang sudah dimasak?” Selama ini, makanan yang pernah saya konsumsi secara mentah ya tidak jauh-jauh dari lalapan dan salmon sashimi.

Ternyata, mengonsumsi makanan mentah sudah lama menjadi trend diet yang disebut raw food diet. Raw food diet ini tentunya lebih sehat karena rendah lemak, tinggi serat, dan nutrisinya masih terjaga seperti bentuk aslinya. Namun para pelaku diet ini harus memperhatikan beberapa hal, seperti bagaimana memenuhi kecukupan asupan gizi yang diperlukan untuk tubuh. Oleh karena itu, saya punya beberapa tips untuk anda yang ingin mencoba diet ini.

1. Mulai mengonsumsi makanan mentah secara perlahan

Yang dimaksud mengonsumsi secara perlahan disini bukanlah mengunyah secara pelan-pelan, melainkan mulailah secara bertahap. Merubah pola makan dari makanan yang telah diolah ke makanan mentah bukanlah hal yang mudah, tapi kamu bisa memulainya perlahan, sedikit demi sedikit. Contohnya, untuk permulaan anda bisa merubah sarapan anda menjadi buah-buahan segar dan mengubah makan siang menjadi salad segar.

Jadi, tak perlu tergesa-gesa karena merubah pola makan secara perlahan justru lebih sehat dibandingkan dengan merubahnya secara keseluruhan. Jika melakukannya langsung total, bukan tak mungkin saluran pencernaan anda akan kaget dan terjadilah diare.

2. Mengetahui jenis makanan yang bisa dimakan secara mentah

Untuk memulai raw food diet, kita harus mengetahui jenis makanan apa saja yang bisa dimakan secara mentah. Sebab, ada juga beberapa makanan yang justru mengandung zat yang berbahaya ketika dikonsumsi secara mentah. Anda bisa mulai dengan buah-buahan, sayur-mayur, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan salmon, ikan tuna, dan masih banyak lagi. Jangan mengonsumsi susu mentah atau tanpa pasteurisasi, ya. Ternyata, susu yang tidak dipasteurisasi mengandung banyak sekali mikroba yang sangat berbahaya bagi tubuh.

3. Memilih makanan mentah yang organik

Kalau anda memilih bahan-bahan seperti buah-buahan dan sayuran, usahakan memilih buah dan sayur yang organik. Sayur dan buah organik dibudidayakan tanpa penggunaan zat kimia, sehingga terhindar dari bahan berbahaya seperti residu pestisida yang dapat membahayakan tubuh. Jika tidak memilih jenis sayur dan buah yang organik, sebelum mengonsumsi makanan secara mentah ada baiknya anda membersihkan sayur dan buah yang telah dibeli dengan air yang mengalir. Setelah itu, anda dapat merendamnya di dalam air yang telah dicampur sedikit cuka apel agar zat-zat kimia yang menempel di bahan makanan dapat terlepas sendirinya.

4. Menjaga makanan mentah agar tetap fresh

Ketika membeli bahan-mahan mentah untuk dikonsumsi, usahakan agar tidak membeli terlalu banyak. Makanan mentah terutama sayuran cenderung lebih cepat layu atau busuk meskipun disimpan di dalam kulkas. Keep your raw foods fresh! Jangan memakan bahan makanan mentah yang sudah terlihat layu karena kandungan gizi di dalamnya sudah banyak berkurang.

Hal yang paling penting dalam mengonsumsi makanan mentah atau diet makanan mentah adalah kenali dan ikuti reaksi tubuh serta selera anda. Jangan memaksa diri anda sendiri untuk mengonsumsi hal-hal yang tidak anda suka. Temukan jenis bahan makanan mentah yang anda sukai dan mulailah dari sana. Semakin anda menikmatinya, maka mengonsumsi makanan mentah akan menjadi jauh lebih mudah.