(Image: Shutterstock)

Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Jeroan itu memang makanan favorit saya sepanjang masa! Entah itu jeroan ayam, sapi, atau kambing. Apa pun bentuk olahannya, pasti mambuat saya tak sabar untuk mencicipinya. Rasanya yang khas, gurih, dan kenyal memang selalu bikin ketagihan. Apalagi kalau yang masak adalah ibu, saya bisa nambah hingga lebih dari 2 kali!

Awal mula saya menyukai hidangan jeroan, tepatnya 3 tahun yang lalu di pernikahan sepupu saya. Saat itu tersaji menu gulai kambing dan saya pun mencobanya. Rasanya sungguh luar biasa! Kuah santan kental berpadu serasi dengan daging yang sangat empuk dan benar-benar memanjakan lidah saya. Saat itu saya sama sekali tidak tersadar jika ada jeroan di dalam gulai itu.

Karena benar-benar tidak ada bau amis atau bau tak sedap khas jeroan, yang sebelumnya sangat saya hindari. Sejak saat itu, saya pun mulai mencoba mencicipi berbagai olahan jeroan lainnya. Biasanya jika sedang ingin makan jeroan, saya selalu meminta ibu membuatkannya. Tapi kalau ibu menolak memasak lantaran sibuk dan karena hanya saya saja yang bisa memakannya, saya terpaksa membelinya di rumah makan dekat rumah.

Saya sempat kecewa karena perbandingan rasa jeroan olahan ibu saya dan olahan jeroan yang saya beli di luar jauh berbeda, yakni adanya bau amis samar di sajian yang saya beli. Setelah saya cerita pada ibu saya, beliau mengatakan jika mengolah jeroan itu ada perlakuan khususnya agar tidak amis dan berbau tak sedap. Berikut akan saya bagikan trik rahasia dari ibu saya.

1. Cuci jeroan sampai benar-benar bersih

Langkah pertama yang wajib dilakukan sebelum anda mengolah jeroan adalah mencucinya sampai bersih. Buang semua kotoran yang menempel pada jeroan selama proses pencucian. Lakukan beberapa kali sampai anda yakin bahwa semua kotoran telah benar-benar terbuang. Dan pastikan anda mencuci jeroan tersebut di alir mengalir.

2. Rendam jeroan di air kapur sirih

Seringkali yang paling mengganggu dari jeroan adalah bau amisnya yang menyengat dan tak jarang membuat kita mual. Nah, salah satu cara untuk mengurangi bau amis tersebut adalah dengan merendam jeroan anda di air kapur sirih kurang lebih selama tiga puluh menit. Setelah itu, anda bisa melanjutkan proses mengolah jeroan tersebut.

3. Rebus jeroan di air mendidih

Kebanyakan jeroan memiliki tekstur yang kenyal dan alot. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebelum benar-benar mengolah jeroan, anda bisa mencoba merebus jeroan tersebut di air mendidih yang telah ditambahkan berbagai rempah dengan api kecil. Selain untuk mengempukkan jeroan, merebus jeroan terlebih dahulu sebelum dimasak juga akan membantu menghilangkan bau amis dan tak sedap pada  jeroan, sehingga jeroan menjadi lebih nikmat untuk disantap setelahnya.

4. Masak jeroan dengan aneka rempah dan bumbu

Setelah memastikan jeroan sudah benar-benar empuk, anda bisa menyiapkan bumbu dan bahan pelengkap lain untuk memasak jeroan tadi menjadi aneka makanan sesuai dengan selera anda. Jika ingin memasak jeroan menjadi hidangan berkuah seperti soto atau gulai, pastikan untuk menggunakan air rebusan baru untuk memasak. Menggunakan air bekas rebusan sebelumnya hanya akan membuat rasa masakan anda ikut jadi berbau.

Sudah pernah dipraktikkan cara-cara di atas? Jika masih juga berbau amis atau tak sedap, berarti anda harus melakukannya lebih seksama di tiap-tiap langkahnya. Selamat mencoba!