Penulis: Rosalia | Editor: Ria

Sore hari biasanya paling enak dinikmati dengan camilan dan minuman hangat, ya. Apalagi bagi kamu yang baru pulang kerja, habis naik kendaraan umum, bertemu lautan manusia di dalam satu kendaraan, belum lagi macet dan maaf, aroma-aroma yang berseliweran dari kita-kita yang sehabis pulang kerja. Rasanya lelah banget. Begitu sampai di rumah, pinginnya makan yang ringan-ringan dulu sebelum mandi dan makan besar di malam harinya. Lalu, camilan apa ya yang paling cocok dan tidak begitu mengenyangkan kalau dikonsumsi?

Saya pribadi, kalau sore hari paling suka melahap puding dingin. Selain ringan dan tak terlalu mengenyangkan, puding ini juga sangat lezat bila dibuat jadi berbagai kreasi. Mulai dari puding busa, puding lapis, puding cokelat, dan lain-lain. Nah, saat membuat puding, tidak jarang saya juga mengalami beberapa yang gagal. Supaya kamu tidak mengalami kegagalan seperti yang pernah saya alami, berikut ini tips-tips yang bisa diikuti dalam membuat aneka puding.

1. Lama Memasak

Eits, sebelum adonan puding benar-benar berbuih alias mendidih, jangan diangkat dulu ya. Agar adonan bisa mengeras dan beku sempurna, kamu harus membiarkan adonan puding dimasak sampai mendidih.

2. Jenis Cetakan

Supaya hasil puding bagus setelah dikeluarkan dari cetakan, ada baiknya kamu menggunakan cetakan bongkar pasang. Dengan cetakan ini, puding tidak akan berubah bentuk saat dikeluarkan dari wadahnya. Sebenarnya dengan cetakan biasa kamu masih bisa membuat puding enak. Hanya saja, terkadang dengan cetakan biasa bentuknya bisa berubah setelah dikeluarkan.

3. Puding Santan atau Susu

Selain dengan air, puding juga bisa dibuat dengan campuran santan dan susu. Nah, kalau kamu membuat puding santan atau susu, prosesnya tentu berbeda dengan puding yang dibuat hanya dengan air. Puding santan atau susu ini harus tetap diaduk selama proses memasak. Supaya cairan pudingnya tidak pecah dan tetap konsisten (tidak memisah).

Kamu bisa coba resep silky puding ini yang super lembut dan cantik dengan warna ungunya. Atau resep puding jagung yang juga lezat dengan semburat rasa gurih dari penggunaan santannya.

4. Puding Lapis

Kalau kamu mau membuat puding dengan banyak lapisan, ada baiknya menggunakan takaran, supaya setiap lapisan punya tinggi yang sama rata. Untuk menunggu puding setengah beku, sebaiknya puding tidak dimasukkan ke dalam kulkas atau direndam di air es. Sebab jika diletakkan di kulkas atau direndam air es akan membuat puding berembun sehingga lapisan selanjutnya (bagian atasnya) tidak mau menempel lagi. Cukup taruh di suhu ruang, tunggu sampai puding setengah beku, baru masukkan adonan selanjutnya.

Tapi, kalau adonan pertama sudah terlanjur beku, kamu bisa menusuk-nusuknya dengan tusukan sate. Dengan cara ini, adonan kedua akan ‘terikat’ ke puding pertama sehingga saat disajikan pasti puding tidak akan terpisah-pisah.

Nah, untuk adonan lain yang belum dimasukkan, kamu bisa merendamnya (sekaligus bersama wadahnya) dalam panci berisi air panas sambil diaduk. Dengan cara ini, kamu bisa mencegah adonan-adonan lainnya jadi tidak membeku sebelum dimasukkan ke dalam cetakan.

Kamu juga bisa menuang adonan menggunakan sendok karena jika langsung dituang dalam jumlah banyak, ada kemungkinan lapisan bawahnya akan ‘jebol’. Sehingga tidak terbentuklah lapisan beberapa warna cantik seperti yang kita harapkan.

Coba resep puding ombre ubi ungu ini. siapa sangka puding lapis bisa disajikan cantik, menarik, dan lezat tentunya.

5. Puding Busa

Untuk puding busa, tipsnya, saat mengocok putih telur jangan sampai terlalu kaku supaya rasanya tetap lembut saat dimakan nanti. Jangan mencampur adonan putih telur ini dengan adonan puding yang masih panas, karena bisa-bisa adonan putih telur malah jadi matang. Sehingga kamu harus menunggu adonan puding menghangat dulu, baru bisa dicampur dengan kocokan putih telurnya. Kalau sudah tercampur rata, menuangnya ke dalam cetakan juga harus gercep alias gerak cepat, supaya adonan tidak terlanjur beku karena tidak bisa dipanaskan lagi.

Kamu bisa berkreasi dengan puding busa dan membentuk motif seperti resep puding zebra ini.

6. Puding Lumut

Ayo, siapa yang belum coba membuat tren terbaru puding lumut ini? Awalnya saya sih tidak tertarik untuk mencoba karena kurang suka dengan bentuknya. Tapi, begitu mencoba ternyata rasanya enak dan wangi pandannya sangat menggugah selera. Nah, supaya hasil lumutnya cantik dan mirip seperti lumut sungguhan, kamu bisa menggunakan santan kental asli dari parutan kelapa tua. Kalau menggunakan santan instan, warna hijaunya malah terlihat tidak bagus nantinya. Ayo langsung simak dan praktikkan resep puding lumut berikut.

7. Puding Cokelat Bubuk

Memang ada beberapa puding instan yang sudah memiliki rasa cokelat. Tapi, tidak jarang juga saya memilih menggunakan puding plain lalu dicampur dengan cokelat bubuk. Alasannya sederhana, supaya rasa cokelat lebih terasa dan saya bisa mengontrol seberapa banyak cokelat yang mau digunakan. Nah, kalau kamu juga akan memakai cokelat bubuk, tipsnya adalah untuk melarutkan cokelatnya bubuknya terlebih dahulu dengan susu cair. Supaya, cokelat benar-benar tercampur sehingga tidak ada titik-titik cokelat pada puding nantinya.

Salah satu kreasi puding ini yang bisa kamu coba adalah puding brownies, yang bakal membuatmu terkecoh karena persis dengan kue brownies aslinya!

Itulah tadi beberapa tips yang bisa diikuti dalam membuat aneka puding. Perhatikan juga kebersihan alat-alat yang digunakan ya saat membuat puding. Kalau saya, paling sering membuat puding cokelat bubuk. Selain simpel, rasa cokelat juga merupakan favorit saya. Kalau kamu suka puding yang mana?