(Image: Shutterstock)

Penulis: Dewi.S

Rasa bahagia yang timbul saat memasak membuat banyak orang memiliki hobi yang satu ini. Tidak mesti perempuan, jaman sekarang pria pun banyak yang hobi memasak, bahkan hingga terjun ke dunia profesionalnya. Meskipun memasak itu terkadang melelahkan, tapi kalau hasil masakan kita selalu ditunggu dan dilahap dengan semangat oleh orang lain, apalagi orang terkasih, pasti akan ada kepuasan tersendiri yang bikin kamu ingin memasak lagi dan lagi. Iya, kan?

Dulu saat masih kecil, saya selalu ingin tahu dengan apa yang Ibu saya lakukan di dapur. Jadi saya sering ikut memotong sayuran, bertanya-tanya  resep, sampai ikut mencoba memasak. Akhirnya saya pun mulai bisa memasak sebagai pemula. Rasanya senang sekali meski pun dulu hanya bisa masak telur mata sapi. Buat para perempuan yang mulai beranjak dewasa pasti akan ada orang yang bertanya seperti ini, “Kamu bisa masak apa?” Dan jawaban yang paling sering dilontarkan adalah “Masak telur mata sapi dan mie instan”.

Meskipun hanya masak telur mata sapi, tentu perlu ada pengalaman sendiri agar masakannya tidak gagal. Misalnya, seberapa besar api yang digunakan agar telur tidak kering atau bagaimana cara membalik telur tanpa pecah bagian kuningnya. Untuk kamu yang termasuk pemula dalam memasak, simak cara-cara berikut ini agar kemampuan memasakmu bisa meningkat dan membaik

1. Belajar dari orang lain

Tidak perlu susah-susah kursus memasak di tempat khusus, agar bisa memasak. Mama, nenek, kakak, tante, dan teman adalah tempat belajar memasak yang mudah, praktis, dan murah. Bahkan bisa bikin kamu makin akrab dengan mereka. Karena biasanya mereka punya resep dan trik sendiri saat memasak yang belum tentu kamu temukan di buku resep.

2. Kenali bumbu-bumbu dasar

Agar masakan menjadi nikmat, diperlukan racikan bumbu-bumbu yang pas. Jadi, kamu perlu tahu apa saja bumbu-bumbu dasar yang biasa dipakai untuk memasak. Mulai dari gula, garam, merica, ketumbar, penyedap rasa, bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, dan daun salam. Karena biasanya bumbu-bumbu itu mirip, kamu harus berlatih agar bisa membedakan bumbu. Misalnya gula dengan garam, merica dengan ketumbar, dan jahe dengan lengkuas. Soalnya bumbu yang berbeda menghasilkan rasa yang berbeda juga pada makanannya.

3. Kenali bahan makanan

Beda bahan makanan, beda pula cara mengolahnya. Sebelum diolah, bahan makanan harus dicuci bersih dan dipotong, lalu disimpan terpisah dengan bahan makanan lainnya. Kamu harus mengetahui sayuran mana yang harus dimasak terlebih dahulu agar nantinya semua bahan bisa matang merata. Jagung, kentang, labu, dan ubi biasanya harus dimasak lebih lama agar empuk. Tapi sayuran hijau seperti bayam, kangkung dan tauge harus dimasak cepat pada api besar agar matang namun warna hijau dan tekstur rasa pada sayuran tetap terjaga.

Untuk memasak daging sapi, ayam, seafood dan ikan, setelah dicuci bersih, rendam dengan perasan jeruk nipis dan garam. Biarkan beberapa saat hingga bau amis pada daging hilang. Setelah itu, baru kamu bisa mengolahnya. Ungkep ayam hingga setengah matang terlebih dahulu sebelum digoreng agar daging lebih cepat empuk dan bumbu lebih meresap.

Kalau kamu memasak masakan dengan tambahan bumbu seperti cabe, kunyit, jahe dan lengkuas yang digiling halus, pastikan bumbu dimasak dahulu hingga matang sebelum ditambahkan bahan lainnya. Ciri bumbu halus sudah matang adalah saat digoreng warna bumbu sudah lebih gelap, terlihat lebih berminyak dan tidak beraroma mentah lagi.

4. Hati-hati saat memasak

Cidera bisa terjadi saat memasak jika kamu kurang berhati-hati. Pastikan dulu tidak ada bau gas di sekitar tungku dan dapur. Kemudian pastikan wajan atau panci yang akan digunakan sudah dalam posisi yang pas dan kokoh di atas kompor. Pegang selalu gagang wajan/panci saat akan mengaduk masakan agar tidak tumpah. Jika gagang tidak terbuat dari bahan yang tidak menyerap panas, gunakan lap saat memegang gagang wajan.

Saat menggoreng, pastikan minyak di dalam wajan sudah panas. Masukkan perlahan makanan yang akan digoreng dari sisi wajan. Jika makanan dicelupkan terburu-buru ke tengah wajan, minyak akan meletup dan mengenai tubuh kita. Goreng makanan hingga matang di salah satu sisinya, baru dibalik ke sisi lain. Balikkan makanan ke arah yang berlawan arah dengan badan kamu. Kalau kamu takut terkena letupan minyak panas saat menggoreng ayam dan ikan, tutup wajan saat menggoreng. Saat merebus air, jauhkan tangan/wajah dari lubang teko/panci karena akan mengeluarkan uap panas.

Jika badan kamu terlanjur kena cipratan minyak atau air panas, basuh bagian yang terkena dibawah air yang mengalir hingga rasa panas mulai mereda. Jangan oleskan pasta gigi atau kecap yang sebenarnya akan menambah lukanya tambah panas.

5. Baca Resep

Ikuti resep dan baca dengan seksama resepnya terlebih dulu sebelum memasak. Hal itu penting sekali dilakukan karena biasanya akan ada proses-proses yang harus dilakukan terlebih dulu atau memakan waktu yang lama sebelum memasak yang utama. Misalnya proses ungkep, proses mendiamkan dalam kulkas beberapa menit, proses mendiamkan adonan roti hingga mengembang/terfermentasi, atau proses marinasi bahan dalam campuran bumbu.

Practice makes perfect, ungkapan itu benar sekali adanya. Seringlah memasak agar lidah kamu lebih peka terhadap rasa masakan dan lebih mudah membumbui tanpa harus bolak-balik melihat resep. Oya, kalau kamu ragu saat memasak, mintalah bantuan orang lain seperti anggota keluarga untuk mencicipi masakanmu. Jangan lupa selalu rapikan dan bersihkan kembali alat masak dan dapur setelah memasak agar tetap bersih. Denger-denger nih, masakan juga akan terasa lebih lezat jika kamu memasaknya sepenuh hati dan dengan cinta. Penasaran ingin mencoba, kan? Selamat memasak!