(Image: Shutterstock)

Penulis: Rosalia | Editor: Ria

Siapa sih yang tidak kenal dengan pasta? Masakan khas Italia ini sepertinya udah dikenal dekat juga ya sama masyarakat Indonesia. Tidak jarang nih, kalau jalan-jalan ke mall pasti udah banyak aja restoran-restoran Italia yang menjadikan pasta sebagai menu andalannya. Kalau nongkrong di kafe-kafe, pasti deh menu yang disediakan itu juga makanan ala ala Italia seperti spaghetti atau fettucini.

Nah, tahukah kamu bahwa ternyata tiap daerah di Italia itu punya ciri khas tersendiri dalam membuat pastanya. Mulai dari jenis pasta yang digunakan, cara masaknya, jenis keju maupun bahan-bahan yang digunakan. Pasta pun ada banyak jenis dan bentuknya. Bukan cuma spaghetti, tapi ada juga angel hair (mirip spaghetti tapi jauh lebih tipis), makaroni (berbentuk pipa setengah lingkaran), fettucini (mirip kwetiaw), fusilli (pasta yang berbentuk spiral), penne (ukurannya agak panjang dengan ujung serong), dan masih banyak lagi.

Supaya bikin pasta jadi lebih maknyus, yuk coba intip beberapa tips merebus pasta di bawah ini yang pastinya bikin pasta kamu jadi endeus dan bertekstur pas. Kalau kata chef Italia nih, aldente!

1. Gunakan Air yang Banyak

Jika tidak ingin pastanya saling menempel, gunakan air yang banyak saat merebusnya. Kamu bisa memilih panci yang agak tinggi dan besar supaya bisa menampung banyak air. Perbandingan mudahnya, gunakan 1 liter air untuk 500 gram pasta.

Bila airnya terlalu sedikit, pasta akan saling menempel karena air rebusan ini menghasilkan banyak kandungan pati. Intinya, gunakan air yang banyak supaya pasta bisa ‘berenang’ bebas di dalam panci. Ya kalau mau diibaratkan, supaya pastanya tidak saling tubrukan.

2. Saat yang Tepat Memasukkan Pasta ketika Perebusan

Eits, saat memasukkan pasta ke dalam air rebusan pun perlu diperhatikan juga, lho. Kamu harus memasukkan pasta setelah air dalam panci benar-benar mendidih. Memasukkan pasta ketika kompor baru saja dinyalakan akan membuat pasta menggumpal dan saling menempel. Jadi lain kali, bersabarlah sebentar, ya.

3. Tambahkan Garam ke dalam Air Rebusan

Memasukkan garam ke dalam rebusan pasta sebaiknya menunggu hingga air mendidih. Takarannya, gunakan 1 sendok teh garam untuk setiap satu liter air. Jadi, jika kamu menggunakan 3 liter air, maka cukup tambahkan 3 sdt garam.

Terlihat banyak? Tenang saja, pasta tidak akan menyerap garam secara berlebihan sehingga ia tidak akan terlalu asin. Garam ini akan memberikan rasa gurih pada pasta itu sendiri, bukan hanya dari saus yang nantinya akan ditambahkan. Hmm, yummy!

4. Jangan Tambahkan Minyak ketika Merebus

Selama ini kita mungkin mendengar bahwa pasta sebaiknya dimasak menggunakan tambahan minyak. Sebab, minyak ini bisa mencegah pasta menggumpal atau saling menempel satu sama lain ketika dimasak dan ditiriskan.

Ternyata, hal ini kurang tepat. Penambahan minyak justru membuat pasta jadi berminyak dan  sulit untuk menyerap saus. Ujung-ujungnya, saus tidak tercampur sempurna dengan pasta tapi malah mengumpul di dasar piring. Wah sayang sekali, ya.

5. Lama Merebus

Setiap jenis pasta membutuhkan waktu masak atau merebus yang berbeda-beda. Kamu bisa lihat berapa lamanya di petunjuk memasak, yang ada di kemasan luar pasta.

Selama merebusnya, gunakan 1-2 menit untuk mengaduk supaya pasta tidak saling menempel. Namun jangan terlalu sering juga karena nanti pastanya hancur. Untuk jenis pasta seperti spaghetti, angel hair, dan fettucini, kamu bisa menggunakan garpu untuk mengaduknya. Sedangkan untuk pasta berjenis makaroni, penne, dan fusilli, sebaiknya gunakan sendok kayu.

Selanjutnya, jangan merebus pasta hingga terlalu matang karena pasta ini nantinya akan dimasak atau ditumis kembali bersama saus.

6. Tidak Perlu Bilas dengan Air Dingin

Beberapa orang menyarankan bahwa setelah merebus pasta agar disiram menggunakan air dingin, supaya proses pematangan pasta berhenti dan tidak lengket satu sama lain. Padahal hal ini akan menghilangkan unsur pati yang ada sehingga nantinya saus tidak bisa lengket dan tercampur sempurna.

7. Gunakan Air Rebusan untuk Membuat Saus

Ternyata air bekas rebusan pasta ini juga berguna untuk mengentalkan saus, lho. Tapi kamu tidak perlu menggunakan semuanya. Cukup ambil 1-2 sdm makan saja dan tambahkan ketika kamu memasak saus pasangan pastamu. Karena mengandung pati, air ini bisa membuat sausmu lebih kental, licin, dan maknyus!

Itulah tadi beberapa tips yang bisa kamu ikuti saat membuat pasta. Ternyata setiap jenis pasta juga punya jenis masakan yang tepat masing-masing, lho. Misalnya, kamu bisa membuat makaroni jadi schotel atau fettucini dengan saus krim dan kacang polong. Hmm, udah kebayang kan enaknya rasa pasta-pasta tadi di lidah. Langsung saja yuk eksekusi di dapur. Semoga sukses ya masak pastanya!