(Image: Rathnutrition)

Penulis: Vira

Mendengar sayuran brokoli dan kembang kol pasti sudah tak asing lagi, bukan? Jenis sayur yang sering disajikan dalam capcay atau tumisan ini memang terlihat mirip meskipun berbeda warna. Brokoli dan kembang kol ternyata masuk kedalam suku yang sama, yaitu kubis-kubisan. Kedua jenis sayur ini memiliki tekstur atau kuntum yang rapat dengan batang yang cukup tebal sehingga agak sulit untuk memilih ataupun membersihkannya. Tapi, kamu nggak perlu khawatir karena kita akan membahas tips yang diperlukan dalam mengolah kembang kol dan brokoli. Daripada penasaran, langsung cek artikel ini, ya.

Memilih, membersihkan, dan memasak brokoli

1. Pilih brokoli yang kering dan tidak ada bercak

Ketika kita belanja di pasar, seringkali kita menemukan brokoli yang lembab atau bahkan masih basah. Jika kamu menemukan brokoli yang basah, sebaiknya jangan kamu beli. Pilihlah brokoli yang kering karena air yang terperangkap di sela-sela kuntum brokoli akan sulit untuk keluar dan menyebabkan kuntum akan cepat busuk selama disimpan. Selanjutnya, pilihlah brokoli yang bersih tanpa ada bercak kehitaman atau kekuningan. Bercak yang ada di brokoli disebabkan oleh kotoran, kelayuan, atau bahkan titik busuk.

2. Bersihkan brokoli dan simpan dalam kulkas

Membeli brokoli yang kamu pikir bagus tidak menutup kemungkinan adanya ulat. Untuk menghindari adanya ulat di brokoli, kamu bisa membersihkan brokoli ke dalam air hangat. Kamu hanya perlu mencelupkan brokoli ke dalam air hangat, selanjutnya si ulat-ulat akan keluar dengan sendirinya. Setelah kamu membersihkan brokoli dari ulat, simpan deh brokoli ke dalam kulkas. Kamu juga bisa memasukkan brokoli ke dalam kantong plastik hitam sebelum memasukkannya ke kulkas, plastik hitam membuat brokoli terisolasi dari cahaya sehingga dapat mencegah brokoli jadi cepat lembab.

3. Memasak brokoli dengan baik

Memasak brokoli ternyata tidak bisa sembarangan dan perlu hati-hati. Memasak brokoli terlalu lama akan menyebabkan nutrisi yang ada di dalamnya akan rusak dan warnanya menjadi hijau kehitaman. Agar brokoli yang kamu masak tetap segar dan hijau, rebus brokoli dengan air mendidih yang sebelumnya sudah kamu bubuhi 1 sendok teh garam. Rebus sebentar saja cukup 1-2 menit kemudian tiriskan. Voilla, brokoli renyah dengan warna menarik ini siap disajikan.

Memilih, menyimpan, dan memasak kembang kol

1. Pilihlah kembang kol yang masih segar

Memilih kembang kol yang segar bisa dibilang cukup mudah, salah satunya dengan melihat warna kembang kol dan daun yang mengelilinginya. Kalau warna kembang kol masih putih dengan daun yang tidak layu, berarti kembang kol yang kamu pilih itu masih sangat segar. Warna pada bagian bawah juga dapat kamu jadikan indikator kembang kol yang segar. Semakin putih warnanya berarti kembang kol masih segar atau baru saja dipetik.

2. Menyimpan kembang kol dengan sirkulasi udara yang baik

Supaya kembang kol yang kamu sudah beli tidak cepat rusak, kamu juga harus menyimpannya dengan baik. Kembang kol seharusnya disimpan dalam wadah yang memiliki sirkulasi udara yang baik, contohnya plastik yang berpori sehingga kembang kol masih bisa ‘bernapas’. Kamu juga bisa menaruhnya di wadah dan menutupnya dengan plastic wrap. Tapi jangan lupa tetap diberi lubang, ya. Satu lagi, simpan kembang kol tersebut di dalam kulkas dengan posisi tangkai yang berada di bawah. Hal ini untuk mencegah terbentuknya embun pada bagian kepala kembang kol yang bisa merusak kesegarannya.

3. Memasak kembang kol dengan baik

Sama dengan brokoli, kembang kol juga tidak boleh dimasak terlalu lama karena akan menghilangkan nutrisi-nutrisi yang terkandung di dalamnya. Selain itu, sebaiknya dalam mengolah kembang kol janganlah menggunakan alat masak yang mengandung besi. Hal ini disebabkan oleh besi yang dapat mengubah warna kembang kol menjadi kehitaman. Tapi, kamu bisa mencegah hal ini terjadi dengan menambahkan perasan jeruk lemon pada masakan kembang kol tadi.

Meskipun terlihat sama, ternyata kembang kol dan brokoli memiliki cara yang berbeda dalam memilih, menyimpan, dan mengolahnya. Oleh sebab itu, kita harus mengolahnya dengan baik sehingga nutrisi yang kita dapat saat mengonsumsinya pun maksimal. Semoga kamu mendapatkan gambaran baru ya mengenai hal ini.