(Image: Shapeme)

Penulis: Ninna.L

Rasa-rasanya, nggak ada makanan berbau keju yang nggak bikin ngiler, ya. Siapa coba di sini yang bisa menolak martabak keju, pizza, atau apapun yang pakai keju? Pasti suka, deh! Apalagi kalau makannya pas masih panas-panas di cuaca yang sedang dingin. Nikmat banget!

Oh iya, keju sendiri adalah produk olahan susu yang dibuat dengan cara memisahkan zat-zat padat dalam susu melalui proses pengentalan atau koagulasi. Nah, proses pengentalan tersebut dilakukan dengan bantuan bakteri atau enzim tertentu yang disebut dengan rennet.

Selain enak dan gurih, ternyata keju juga mengandung banyak vitamin lho, di antaranya: profil asam amino, riboflavin, vitamin B12, vitamin A, selenium, fosfor, kalsium, tryptophan, dan mineral yang pastinya baik banget buat kesehatan. Makanya, keju sering menjadi bahan utama atau pelengkap dalam makanan sehari-hari.

Kadang, sebagian dari kita yang waktunya terbatas atau malas ribet, lebih memilih untuk menikmati makanan berbahan keju tersebut di kafe atau restoran cepat saji. Tapi ada juga beberapa yang punya prinsip kalau makanan buatan sendiri itu jauh lebih enak, murah, dan terjamin kualitasnya. Omong-omong, kamu termasuk ke dalam kelompok yang mana, nih?

Eh, tapi, pernah nggak sih kamu mendapati keju yang kamu punya jamuran atau ada bercak kuning kehijauan di pinggirannya? Padahal kamu beli belum lama dan itu pun baru dibuka kemasannya. Kalau udah gitu, keju yang kamu punya biasanya akan berakhir di tong sampah. Suka sebel, ya. Apalagi harga keju itu kan lumayan mahal. Jika jawaban kamu iya, bisa jadi selama ini kamu kurang teliti saat membelinya, guys. Pastikan kamu membeli keju dalam keadaan tertutup rapat ya, perhatikan juga tanggal kadaluarsanya.

Nah, yang tidak kalah penting, pastikan juga cara penyimpanannya. Karena ternyata, keju memiliki cara penyimpanan yang khusus, lho! Simak tipsnya di bawah ini.

Simpan keju di wadah yang bersih dan kering

Ternyata, menyimpan keju tanpa perlindungan akan membuat teksturnya berubah dan kaku sehingga tidak selezat saat awal baru dibuka dari kemasannya. Demi menyiasatinya, coba deh kamu masukkan keju tersebut ke dalam wadah bersih dan kering. Sebelum itu, kamu juga bisa melapisi keju dengan tisu makan, kain tipis yang lembut, atau akan lebih oke jika menggunakan aluminium foil. Pastikan kamu memberikan sedikit ruang agar keju bisa bernapas, ya.

Masukkan ke dalam kulkas

Suhu ruangan yang nggak stabil juga bisa membuat keju yang kamu punya semakin mudah berjamur, lho. Ditambah lagi dengan kelembapan udara kita yang sangat tinggi. Setelah bungkus rapi keju kamu, cepat-cepat masukkan ke dalam kulkas supaya awet.

Meski kamu sudah menyimpan keju dengan baik dan benar, kadang jamur masih aja nakal. Tapi tenang saja, kalau sekiranya jamur cuma menyelimuti permukaan keju, kamu masih bisa kok menyiasatinya. Caranya yaitu kamu cuma perlu membuang bagian yang berjamurnya saja. Dengan catatan, rasa dan aroma keju yang kamu punya tidak berubah ya. Perubahan rasa dan aroma ini menandakan keju kamu sudah mengalami proses lanjutan oleh bakteri atau jamur yang sifatnya sudah kontaminasi. Sehingga lebih baik dibuang, demi kesehatanmu juga.

Nah, semoga tips di atas bisa membantu kebingungan kamu dalam menyimpan keju ya. Sekarang, nggak takut keju jamuran lagi deh!