Penulis: Ria.C

Teman-teman pasti sudah tidak asing lagi mendengar alat yang bernama talenan atau landesan atau alas potong atau cutting board. Buat yang jarang main-main di dapur pasti juga setuju banget bahwa alat ini penting, karena sering juga digunakan untuk alas potong yang lainnya kan? Buat saya yang orangnya cenderung terburu-buru di dapur, talenan adalah wajib. Bahkan ketika saya hanya sedang memasak telur dadar untuk sarapan, dengan potongan bawang merah dan cabe rawit didalamnya. Saya langsung otomatis mengambil talenan untuk mengiris 1 siung bawang merah dan 3 biji cabe rawit. Melihat hal ini, kakak ipar saya yang juga sedang di dapur langsung menyindir dan mengatakan bahwa saya ribet. Mending banyak cucian deh daripada harus mengorbankan jari tangan saya terkena pisau akibat memotong tanpa talenan.

Kembali membahas talenan, ada banyak sekali lho jenisnya di pasaran. Selain terdiri dari beraneka ragam bahan baku, sekarang juga terdapat berbagai macam bentuk dan hiasan. Mau yang berbentuk kotak simpel? Banyak. Ingin yang artistik dengan bentuk elegan? Ada. Ingin juga yang anti ribet dengan wadah tambahan terpasang dibawahnya, untuk menampung hasil potongan bahan? Juga ada. Simak penjelasannya  berikut yang bisa kamu gunakan sebagai pertimbangan sebelum membelinya ya.

1. Talenan Kayu

talenan-kayu

Jenis talenan paling jadul, familiar, dan banyak digunakan saat ini. Jenis kayu yang digunakan biasanya adalah jenis kayu keras seperti kayu beech, maple, jati, dan angasana. Kayu keras ini akan meminimalisir terjadinya goresan dengan pisau yang digunakan.

Talenan ini cenderung kokoh dan nyaman ketika digunakan, juga tidak bergeser atau slip.

Kekurangan talenan ini yaitu berat dan permukaannya berpori. Sehingga harus dikeringkan langsung setelah dicuci, untuk meminimalisir airnya merembes dan membuat talenan cepat berjamur.  

2. Talenan Plastik

plastic-talenan

Talenan ini juga sudah banyak digunakan dalam rumah tangga modern. Talenan ini cukup diminati karena ringan dan memiliki bentuk dan warna yang beraneka ragam. Selain itu permukannya juga tidak berpori sehingga lebih mudah dibersihkan serta cukup ditiriskan setelah dicuci (tidak harus dilap kering). Namun perlu diwaspadai guratan bekas pisau yang terbentuk karena menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan bakteri. Jadi pastikan cuci bersih, jika perlu menggunakan sikat cuci piring yah.

Kekurangan talenan ini adalah ia cenderung bergeser atau slip ketika digunakan untuk memotong bahan makanan yang tebal dan berat. Cari tahu cara simpel menyiasatinya supaya tidak slip disini. Selain itu, talenan plastik ini lebih mudah membekas dengan goresan pisau dibandingkan talenan dengan bahan kayu atau bambu.

Saat ini sudah banyak loh inovasi dari talenan plastik ini, mulai dari talenan plastik anti slip, talenan lentur nan fleksibel yang bisa ditekuk untuk menuang hasil potongan sehingga tidak berceceran, hingga talenan plastik yang sekaligus disertai dengan wadah penampungan hasil potongan.

Ohya, saat ini juga sudah banyak talenan plastik yang menggunakan bahan plastik food grade sehingga aman buat makanan.

3. Talenan Bambu

talenan-bambu

 

Talenan ini lebih ringan dibandingkan talenan kayu. Misalnya nih, dengan ukuran dan dimensi yang sama, talenan bambu akan jauh lebih ringan dibandingkan talenan kayu. Selain itu, bahan bambu juga tidak mudah menyerap air seperti kayu, sehingga lebih bersih serta aman. Satu hal yang menjadi kekurangannya yaitu menurut pengalaman dan praktik di dapur, penggunaan talenan bambu akan membuat pisaumu cepat tumpul.