Penulis: Selly.J | Editor: Ria

Kata “thawing” mungkin tidak terlalu familiar bagi kebanyakan dari kita. Padahal tanpa disadari, kita pasti pernah loh melalukan thawing. Jadi, thawing itu merupakan proses mencairkan bahan makanan yang beku seperti daging dan ikan. Selain memudahkan kita dalam memasak, proses thawing juga penting untuk menjaga kualitas dan cita rasa suatu bahan makanan.

Ternyata, tidak semua bahan makanan yang beku dapat di-thawing atau dicairkan melalui proses yang sama loh. Jika kita melalukan proses thawing yang salah, akan muncul mikroorganisme yang dapat membuat bahan makanan kita membusuk. Selain itu, jika proses thawing tidak dilakukan secara menyeluruh, bagian dalam pada bahan makanan akan tetap beku.

Gak kebayang kan ketika makanan yang tadinya menggugah selera, jadi tidak enak karena masih beku ketika dimakan. Untuk menghindarinya, yuk simak jenis-jenis thawing berikut ini.

1. Thawing dari freezer ke chiller

chiller

Nah, thawing jenis ini merupakan proses mencairkan makanan yang paling mudah dan sering kita temui. Yup, kita tinggal menurunkan bahan makanan dari freezer ke kulkas pendingin alias chiller. Meskipun membutuhkan waktu yang lama, thawing jenis ini merupakan metode mencairkan makanan beku yang paling aman karena meletakkan makanan di kulkas dapat mencegah makanan terkontaminasi.

Hampir semua jenis makanan dapat menggunakan jenis thawing ini. Hanya saja, semakin keras tekstur makanan, proses pencairannya pun akan semakin lama. Setengah kilo daging membutuhkan waktu seharian untuk mencair. Batas maksimal thawing menggunakan metode ini adalah 2×24 jam. Selebihnya, bahan makanan dianggap sudah rusak dan berbahaya untuk digunakan dalam proses pemasakan.

2. Thawing dengan air mengalir

thawing-running-water

Thawing dengan cara menaruh bahan makanan di bawah air mengalir ini cocok untuk bahan makanan seperti saus, sup, dan daging yang sudah dipotong kecil-kecil. Agar terhindar dari kontaminasi bakteri, pastikan kamu menutup rapat bahan makanan dengan plastik sebelum diletakkan di bawah air mengalir ya. Kita disarankan untuk menggunakan air mengalir karena air yang mengalir lebih higienis dibandingkan air yang tak mengalir atau menggenang pada wadah tertentu. Batas maksimal thawing menggunakan metode ini adalah 4 jam.

3. Thawing dengan microwave

microwave

Metode thawing yang satu ini merupakan metode yang prosesnya paling cepat. Sayangnya, kita tidak bisa mencairkan makanan dalam jumlah yang banyak dengan microwave karena membuat proses pencairan tidak merata. Selain itu, ukuran microwave yang kecil juga membatasi jumlah bahan yang bisa kita cairkan. Thawing dengan microwave cocok kita lakukan untuk mencairkan bahan-bahan makanan RTE atau ready to eat seperti bun, croissant, dan sosis serta frozen meal lainnya.

4. Thawing pada suhu ruang

room-temperature

Selain metode memindahkan dari freezer ke chiller, metode yang satu ini juga lumayan sering digunakan. Kita hanya perlu mengeluarkan bahan makanan dari freezer dan meletakkannya di luar alias ruangan terbuka di ruang dapur. Untuk menjaga kehigienisan makanan, pastikan untuk meletakkannya dalam keadaan terbungkus rapat ya. Metode thawing pada suhu kamar ini cocok digunakan untuk mencairkan makanan yang kelembapannya rendah, seperti kue basah.

Jangan sekali-kali mencoba menggunakan metode ini untuk mencairkan ikan, daging, dan sayuran ya, karena bakteri atau mikroorganisme rentan tumbuh selama proses ini. Biasanya, metode ini membutuhkan waktu sekitar 30-60 menit untuk mencairkan makanan.

Nah, itu tadi jenis-jenis thawing yang dapat kita lakukan. Setiap metode memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Jika kita lihat dari segi kebersihan dan kemudahan, thawing chiller merupakan metode yang paling aman. Tapi, untuk kalian yang tidak memiliki banyak waktu, kalian bisa mencairkan daging dengan metode thawing air mengalir maupun thawing microwave.

Khusus untuk daging, pastikan kamu untuk tidak menyimpan kembali daging yang sudah dicairkan ke dalam freezer ya. Selain tekstur dagingnya akan rusak, hal ini juga tidak baik menurut sisi keamanan pangannya. Bakteri atau mikroorganisme telah berkembangbiak pesat dalam daging dan lebih rentan menyebabkan keracunan atau alergi bagi orang yang mengonsumsi olahan jadinya.