Penulis: Rosalia

Saya yakin di dapur teman-teman ResepKoki sekarang hanya ada satu jenis garam saja, yaitu garam dapur atau garam meja. Memang ya aneka rempah-rempah dan bumbu yang kita racik ke dalam masakan itu, rasanya baru akan mantap keluar ketika kita sudah tambahkan garam didalamnya. Oleh sebab itu, garam menjadi bumbu dapur yang sangat penting. Sebenarnya ada beberapa jenis garam yang beredar di pasaran lho dan teman-teman ResepKoki sebaiknya tahu. Supaya bisa menentukan jenis garam apa yang tepat dan bakal digunakan ke depannya.

1. Garam Meja.

garam-meja

Pastinya kamu sudah sering menggunakan garam ini. Soalnya garam meja adalah salah satu garam yang umum dijual di pasaran dan kita gunakan di dapur. Makanya garam ini sering juga disebut garam dapur. Uniknya, garam meja ini bukan diambil dari laut tapi merupakan hasil tambang dari dalam tanah loh. Biasanya garam meja di pasaran sudah ditambahkan mineral yodium dan di-bleaching supaya warnanya putih. Butirannya sengaja dibuat halus dan lembut banget supaya gampang larut dalam masakan. Rasa asinnya pas, cocok sebagai penambah rasa gurih dalam masakan.

2. Garam Laut.

sea-salt

Pernah dengar garam krosok? Ternyata garam laut juga sering disebut dengan garam krosok. Soalnya para petani biasa menjual garam ini dalam bentuk kasar atau krosok sehingga tercetuslah istilah garam krosok. Ini juga merupakan salah satu garam yang umum ada di pasaran dan digunakan di dapur. Nah garam laut sering dianggap lebih alamiah karena proses pembuatannya langsung dari penguapan air laut. Bedanya dengan garam meja, garam laut ini punya tekstur yang lebih kasar. Banyak pakar masakan menganjurkan untuk beralih ke garam laut karena dipercaya lebih sehat.

3. Garam Kosher.

kosher-salt

Tahu ngga sih, ternyata garam kosher ini bisa menyerap darah dalam daging hewan yang baru dipotong? Garam ini berbentuk seperti butiran kristal dan sedikit lebih kasar. Selain bisa untuk menyerap darah (supaya daging engga ada darahnya kalau sudah diolah), garam ini juga bisa dipercaya akan lebih menonjolkan rasa bumbu masakan lainnya, karena rasanya yang lebih ringan. Kalau di luar negeri, koki-koki sering menggunakan garam kosher ini dibanding jenis garam lain untuk dilumuri ke daging yang hendak dipanggang. Biasanya garam ini juga suka diletakkan di sekeliling pinggiran gelas margarita.

4. Garam Himalaya.

garam-himalaya

Garam ini dikenal juga dengan nama Himalayan salt pink. Eits, jangan salah kaprah ya. Walaupun namanya Himalaya, ternyata garam ini bukan dipanen di pegunungan Himalaya loh. Garam ini ternyata dipanen di daerah perbukitan di Punjab, Pakistan. Uniknya, garam ini berwarna pink dan teksurnya kasar seperti kerikil. Warna pink garam ini didapat dari jumlah kandungan mineral dan zat besinya. Garam ini juga dipercaya memberikan manfaat baik untuk kesehatan loh, seperti mengatasi dorongan libido yang rendah dan anti-aging. Garam ini bisa untuk membuat makanan apapun seperti sushi, sayuran, bahkan untuk membuat dessert dan sorbet. Ssstt.. Garam ini juga sering dipakai untuk berendam!

5. Garam Diet.

garam-deit

Well, kamu gak perlu lagi puasa garam kalau mau diet, ladies. Sekarang sudah ada kok yang memproduksi garam diet. Biasa jenis garam ini dikenal juga dengan nama garam nutrisalin atau garam sehat. Garam ini 100% gluten free dan hanya mengandung separuh natrium garam biasa. Tapi rasa asinnya sama seperti garam biasa. Menggunakannya juga seperti garam biasa, yakni dicampur dengan masakan kamu. Selain untuk diet, garam nutrisalin ini cocok untuk penderita darah tinggi karena kandungan natriumnya yang sedikit.

Kalau mau menggunakan garam yang benar-benar sehat dan alami, para pakar kesehatan banyak menyarankan garam laut atau krosok. Kalau mau punya citarasa gurih yang tajam kamu bisa menggunakan garam meja. Tapi perlu diingat, jenis garam apapun yang kamu gunakan jangan berlebihan ya. Soalnya biar gimana pun garam punya kandungan yang apabila terlalu banyak dalam tubuh, malah bisa jadi berbahaya bagi kesehatan. Stay healthy yah!