(Image: Pricearea)

Ada banyak sekali alat masak yang bisa kita gunakan di dapur. Mulai dari variasi bentuk, kegunaan, hingga bahannya. Bentuknya ada yang berupa panci, kuali, atau fry pan. Sementara kegunaannya ada yang untuk menumis, memanggang, merebus, atau mengukus. Bahannya sendiri ada banyak ladies. Mulai dari alumunium, besi, kayu, hingga kaca (baca lebih lengkapnya disini). Nah, alat masak kaca sendiri memang punya kelebihan dan kekurangannya. Manfaatnya pun pasti berbeda dengan jenis alat masak lainnya.

Tidak banyak orang yang mau menggunakan peralatan masak kaca. Selain mahal, alat ini juga berat dan lama menghantarkan panas (membutuhkan waktu lama untuk memasak). Tapi, gak menutup kemungkinan juga kalau memasak dengan alat kaca punya kelebihan dan manfaatnya sendiri loh. Yuk coba baca ulasan di bawah ini mengenai kegunaan dan cara merawat peralatan masak dari kaca.

1. Kelebihan 

Sebelum membahas manfaatnya, coba kita cari tahu dulu yuk apa kelebihan peralatan masak dari kaca. Bahan kaca bersifat solid, sehingga lemak dan minyak pun gak akan susah untuk dibersihkan. Saat memasak, kamu juga bisa memerhatikan makanan di atas kompor karena alat kaca transparan. Selain, alat masak berbahan kaca ini terkenal paling baik untuk kesehatan dibandingkan bahan lainnya (baca lebih lengkapnya disini). Alat masak ini juga multifungsi loh, selain digunakan untuk memasak, kamu juga bisa langsung menggunakannya sebagai wadah saji di atas meja makan, jadi gak perlu dipindahkan lagi ke piring atau mangkuk saji. Namun jangan lupa untuk mengalasinya dengan tatakan tahan panas ya. Hasil masakanmu dijamin bakal terlihat lebih wah dan menarik.

2. Cara Penggunaan 

Karena terbuat dari kaca, kamu harus berhati-hati menggunakannya. Tidak seperti alumunium, kaca tidak terlalu tahan terhadap panas. Kalau terlalu panas, kaca pun bisa pecah. Sebenarnya pembuatan alat kaca sendiri sudah diproses sedemikian rupa hingga bisa stabil dan bertahan pada temperatur tinggi. Tapi, temperatur tingginya pun memiliki batas maksimal.

Kamu bisa menggunakan alat kaca ini untuk memasak di atas kompor api ataupun kompor induksi namun tidak untuk memasak di dalam oven. Perlu diingat apabila kamu menggunakan alat memasak kaca, makanan akan lebih lama matang. Sebab, kaca tidak menghantarkan panas sebaik alat alumunium.

3. Cara Perawatan

Ketika sudah selesai memasak dengan alat kaca, jangan langsung menyiramnya dengan air keran, ya. Biarkan kaca terkena room temperature beberapa saat. Baru setelah itu cuci bersih dengan sabun. Mencucinya juga mudah banget, gak perlu menggunakan banyak sabun.

Karena kaca mudah pecah, makanya saat menyimpannya usahakan untuk jauh dari jangkauan anak-anak atau tempat yang penuh barang. Sebelum disimpan untuk jangka waktu lama, kamu bisa membungkusnya dengan kertas koran atau kain. Selain menghindari retak atau pecah, kaca yang dibungkus ini juga bisa tetap membuatnya tetap mengkilat. Kamu juga bisa membungkusnya dengan kardus kalau alatnya super besar. Jangan menyimpan alat masak kaca dengan cara ditumpuk-tumpuk, ya. Apalagi ditumpuk dengan alat masak dengan bahan yang lain, seperti besi atau aluminium. Boleh saja ditumpuk tapi usahakan kapasitas tumpukannya gak terlalu banyak. Kamu gak mau kan alat kacamu pecah karena kelebihan beban tumpukan.