Ternyata daun teh itu ada banyak macamnya lho walaupun yang sering dikonsumsi di Indonesia adalah termasuk jenis teh hitam.


Selain kopi, kita tentunya familiar dengan teh bukan? Teh telah menjadi teman bagi kita di berbagai kondisi. Ketika kita kepanasan, minum segelas es teh manis pastinya akan membuat  tenggorokan kita menjadi segar. Teh tawar hangat pun bisa juga lho meredakan rasa begah di perut akibat kalap makan. Selain itu, menikmati teh yang diseduh juga mampu membuat kita rileks.

Ketika kita membeli teh, kita akan menemukan beragam jenis teh. Meskipun berasal dari tanaman yang sama, daun teh ternyata diolah dengan cara yang berbeda-beda loh. Hal inilah yang menyebabkan keragaman jenis teh yang dapat kita temui di pasaran. Nah supaya kita tidak bingung ketika membeli teh, yuk simak ulasan mengenai jenis-jenis teh berikut.

1. Teh hitam (Black tea)

black-tea
(Image: Rivertea)

Teh Hitam merupakan jenis teh yang paling sering kita temui. Teh celup yang biasa kita seduh dan es teh manis yang menjadi teman makan siang kita termasuk ke dalam teh jenis ini. Teh hitam adalah jenis teh yang diproses paling lama. Oleh karena itu, teh jenis ini memiliki aroma dan rasa yang paling kuat dibandingkan dengan jenis teh lainnya. Jika dilihat dari segi kesehatan, teh ini ternyata memiliki kandungan senyawa polifenol yang dapat mencegah jantung koroner, menghilangkan lemak dan kolesterol, serta membantu saluran pencernaan kita.

2. Teh hijau (Green tea)

green-tea
(Image: Nutritionsecret)

Buat kalian yang ngaku kekinian, pasti familiar banget dong sama nama ini. Nah teh yang namanya lagi naik daun ini memang sering dijadikan perisa untuk kudapan seperti kue cubit dan ice cream. Eits tapi green tea yang kali ini dibahas bukan sekadar perisa loh. Jadi seperti yang sudah dijelaskan di atas, green tea juga berasal dari tanaman teh yang sama dengan teh hitam. Akan tetapi, green tea tidak diproses dengan lama.

Setelah dipetik, daun teh langsung diolah dan dikeringkan. Karena proses olahannya yang cepat, green tea mengandung kafein yang lebih sedikit dibandingkan dengan black tea. Warna hijau muda dan aroma menyegarkan pada green tea dapat mengurangi ketegangan pada tubuh kita. Selain itu, karena kemampuannya untuk mengikis lemak, green tea juga terkenal sebagai salah satu pendamping ketika sedang diet.

3. Teh Oolong

teh-oolong
(Image: Mccully)

Dibandingkan dengan teh hitam dan teh hijau, teh oolong merupakan jenis teh yang paling sulit untuk diproses. Meskipun demikian, teh oolong hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari untuk diproses. Teh oolong dapat membantu kita mempercepat proses metabolisme loh. Selain itu, mengonsumsi teh jenis ini juga baik untuk kulit kita.

4. Teh Putih (White tea)

teh-putih
(Image: Tea06)

Teh putih merupakan jenis teh yang berasal dari pucuk daun teh. Teh putih tidak mengalami pemrosesan dan langsung dikeringkan. Dibandingkan jenis teh lainnya, teh putih memiliki harga yang paling mahal. Tapi, teh putih memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Nah karena khasiatnya tersebut, teh putih tentunya akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita.