Bukan rahasia lagi kalo mahasiswa jaman sekarang itu supeeeerr sibuknya. Sebagai pelajar di jaman global yang penuh persaingan ini, selain baik dalam akademis, mereka juga dituntut untuk aktif terjun langsung menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Seperti ikut dalam penelitian, memberikan pelayanan cuma-cuma, ataupun sekedar aktif dalam kegiatan masyarakat.

Belum lagi nih, namanya jiwa muda, pasti juga memiliki banyaaak macam hobi atau minat yang kudu banget disalurkan. Supaya seimbang dalam hidup, itu sih katanya. Misalnya hobi dalam berolahraga, bermusik, atau hanya sekedar hang out bersama teman-teman. Sibuk banget kaaaan.

Kesibukan sebaiknya jangan sampai deh menggangu pola makanmu karena ini adalah kunci utama agar kamu tetap dapat aktif dan produktif. Bayangin dong ga enaknya kalo kamu punya banyak planning namun kudu terhambat atau ditunda dulu karena kamu lagi ga fit.

Nah kali ini, kita akan coba tengok bagaimana sih cerita dua mahasiswa super sibuk ini dalam menghadapi hari-harinya dengan tetap sehat dan ceria.

Kesibukan mahasiswa S2 sudah gak diragukan lagi lah ya padatnya, pola makan berubah gak? Misalnya saking sibuk trus melewatkan makan siang, memperbanyak makan malam, dan sebagainya?

A: Sarapan wajib! Karena kalo enggak, akan ngantuk banget pas kuliah pagi. Sarapan cukup roti dan susu. Makan siang wajib! Makan siang cukup lengkap dan kaya energi, karena saya harus berperforma baik hingga petang. Makan malam juga harus lengkap karena malam hari adalah jam sibuk bagi mahasiswa dengan seabrek tugas.

B: Melewatkan makan siang? No way! Siang hingga sore hari adalah puncaknya padat aktivitas, jadi saya tidak mungkin melewatkannya. Saya harus tetap dalam kondisi prima sehingga harus penuh energi.

Hmm, poin bagus yang bisa diambil adalah sesibuk-sibuknya kamu, yang namanya jam makan tidak boleh dilewatkan ya guys. Bukan apa-apa, ini kembalinya bakal ke kamu sendiri kok. Kinerja dan prestasimu bakal jauh lebih baik apabila tubuhmu penuh energi. Mindset yang oke banget kan guys. Bukan jamannya lagi nih kamu dianggap keren dengan bilang “gue ga sempet makan siang nih gara-gara deadline seabrek”. So well noted ya

Bukan rahasia lagi, begadang di malam hari tu menjadi aktifitas wajib bagi mahasiswa. Ada cemilan khusus yang membuatmu tetap terjaga dan bersemangat?

A: Teh camomile tawar dan buah potong! Aroma camomile itu buat saya tetap terjaga dan sungguh menenangkan. Sementara buah potong bisa mengurangi rasa bersalah akibat ngemil di malam hari. Best deal kan?

B: Coklat panas! Tau kaan kalo coklat mengandung serotonin yang bisa memberikan efek senang dan tenang. Nah itu manjur banget buat saya.

Sehat banget siiih tapi pasti pernah kan ya memilih cemilan teman begadang yang salah, sebelum akhirnya kembali ke jalan yang benar

A: Pasti lah! Dulu hampir tiap hari saya harus konsumsi satu sachet kopi mix (kopi dan gula) untuk teman begadang. Lalu lama kelamaan saya menyadari berapa banyak gula yang terkandung didalamnya dan merasa sedih sendiri dengan kondisi tubuh, yang sudah buruk akibat efek begadang itu sendiri.

B: Mie instan. Kemudian suatu saat sesudah konsumsi mi instan ini, 15 menit kemudian, saya ketiduran sampai pagi dan lewatlah semua deadline tugas-tugas.

Poin bagus selanjutnya nih guys, setelah kamu tau bahwa sesuatu itu berefek buruk pada tubuhmu, segeralah move on! Demi kesehatanmu sendiri loh, bukan orang lain.

Jadi …..

A:  Love yourself more! Sama kayak kalau kamu cinta sama orang, semakin kamu cinta dengan mereka, semakin kamu akan menjaga mereka. Sama halnya kalau kamu cinta tubuhmu pasti kamu akan ngejaga semaksimal mungkin kan. Lets stay healthy!

B: Jagalah pola makanmu! Karena pola makan yang salah adalah penyebab penyakit tidak menular yang banyak kita dengar saat ini, seperti stroke, kanker, dan penyakit jantung koroner.

 

Sari Kusuma (A) adalah mahasiswa S2 Ilmu Gizi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Disamping sibuk menuntut ilmu, dia juga aktif membagikan ilmunya dengan memberikan penyuluhan kesehatan gratis terutama bagi masyarakat pedesaan dan terbelakang. Dia percaya bahwa dengan bertemu banyak orang baru diluar lingkupnya, dia bisa belajar banyak mengenai kehidupan yang sesungguhnya.

Nur Sholikhah Putri Suni (B) adalah mahasiswa S2 Epidemiologi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Menurutnya, ilmu tersebut penting untuk dipelajari lebih lanjut karena merupakan kunci untuk mengambil keputusan dalam kebijakan kesehatan dan juga kunci dalam pengendalian penyakit yang ada di Indonesia ini.