Siapa yang sarapan pagi ini? Penulis yakin ada banyak sekali diantara kamu yang melewatkan sarapan di hari ini. Ga bisa dipungkiri sih, kesibukan warga kota yang seolah ga ada habisnya ini menuntut kita untuk bergerak cepat. Berangkat lebih pagi supaya tidak macet di jalan dan tidak terlambat masuk kantor. Sampai kantor, pekerjaan dan deadline sudah menggunung, harus segera dikerjakan. Mana sempet sarapan. Hmmm..

ResepKoki kali ini akan share mengenai pengalaman dan pendapat seorang ahli gizi mengenai topik yang hot ini. Eiiits, ahli gizi ini juga bagian dari warga kota yang penuh kesibukan, aktivitas, dan deadline lho. Jadi semoga kita bisa belajar banyak hal darinya ya.

Sarapan penting ga sih?

Penting sekali! Menurut kesehatan, sarapan penting untuk memenuhi sekitar seperempat dari kebutuhan kalorimu perhari juga meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan kekuatan otak. Hal ini juga sudah dibuktikan oleh banyak penelitian lho! Bagi Ibu yang memiliki buah hati yang sedang bersekolah, sarapan akan memudahkan anak untuk menyerap pelajaran di sekolah.

Buat kamu penting juga?

Penting banget! Rutin sarapan justru membuat berat badan saya menjadi lebih stabil. Saya biasa sarapan pukul 07.00 dan akan merasa lapar lagi tepat saat jam makan siang. Jika melewatkan sarapan maka pukul 09.00 atau 10.00 saya akan merasa sangat lapar dan biasanya akan mencari cemilan yang cenderung berat, seperti kue-kue manis yang ga cukup 1 buah aja :p. Kemudian di jam makan siang saya akan merasa lapar dan harus makan siang lagi. Maka jika tak sarapan, saya cenderung makan berlebihan. Iya juga sih, kalau gak sarapan, biasanya kita akan excuse untuk ngepol di cemilan-cemilan atau makan siang super besar. Catet yaaa

Sarapan pagi ini ….

Fuuuh..untunglah saya hari ini tidak melewatkan sarapan ya. Hari ini saya sarapan jam 06.00 dengan menu satu bakpao kukus isi daging dan satu kaleng susu putih steril. Sehaaaaat kan?

Tips dong buat bisa rutin sarapan

Pertama harus merubah pola pikir dan diniatkan untuk selalu sarapan karena itu penting banget! Saya terbiasa sarapan semenjak duduk di bangku sekolah, jadi setiap bangun tidur secara otomatis perut saya sudah keroncongan. Sebulan sekali (sehabis gajian tepatnya) saya selalu belanja untuk keperluan sarapan, yaitu roti gandum, selai, cereal mix dalam sachet, oatmeal, yogurt, sayur, dan buah-buahan. Jika telat bangun, saya biasanya memilih opsi yang paling cepat yaitu menyeduh cereal mix atau mengoles roti dengan selai. Jika bisa bangun lebih pagi, saya bisa menyiapkan aneka sayuran yang direbus dibumbui garam dan merica saja atau memotong buah-buahan kemudian disiram yogurt. Lebih tepatnya karena saya tidak bisa memasak sih. Jujur banget sih Nona ahli gizi yang satu ini, jadi terharu. Poin bagus nih guys, walaupun kita orang sibuk dan terbatas dalam kemampuan memasak, kita tetap harus mengusahakan tubuh kita mendapat asupan terbaik untuk sarapan.

Rekomendasi sarapan dong

Ini menu favorit saya untuk sarapan ya, tentunya bagi kamu yang bisa masak, menyajikan sajian lezat setiap pagi merupakan nilai super plus, yang saya pun juga berharap bisa sampai tahap itu.

  1. Semangkuk oatmeal dengan 2 sendok makan abon sapi dan segelas susu
  2. Roti oles selai 3-4 lembar dan segelas susu
  3. Pisang 2 buah dan segelas susu
  4. Ubi ungu rebus 2 buah kecil dan segelas susu

Jika kamu alergi dengan susu sapi, saya sangat menyarankan menggantinya dengan sebutir telur rebus. Tahukah kamu telur rebus itu enaaaaaak banget. Sip, bisa dicoba!

Jadi ….

Sarapan itu penting dan gak boleh dilewatkan oleh siapa saja yang akan beraktifitas di pagi hari. Komitmen, niat, dan usaha harus kamu deklarasikan kepada dirimu sendiri. Tidak harus dengan makan yang lengkap dan ribet kok, makanan dengan rekomendasi di atas, sudah cukup untuk memulai harimu.

 

Yunita Dewi Trisnasari saat ini sedang menjalankan tugasnya sebagai tim Nusantara Sehat 2016 Kementerian Kesehatan RI. Sebelumnya ia adalah ahli gizi di Siloam Hospitals Kebon Jeruk Jakarta (2014-2016). Yang menjadi penyemangat utamanya dalam memberikan pelayanan adalah kebahagiaan yang terpancar di mata pasien atau masyarakat apabila ia sudah membantu memberikan solusi terkait nutrisi atau gizi. Passionnya yang lain juga ada dalam hal kebugaran (fitness).