Haver atau yang lebih populer dikenal sebagai oat, termasuk dalam kelas serealia atau biji-bijian yang memiliki nama ilmiah Avena sativa. Oat termasuk dalam kelompok tanaman yang ditanam untuk dipanen biji atau bulirnya. Pada jaman dahulu, oat ini lebih dimanfaatkan untuk pakan ternak terutama kuda.

Saat ini terdapat berbagai macam oat dan produknya, seperti rolled oats, instan oats, dan muesli (Aneka Jenis Oat). Namun, semua jenis oat ini awalnya berasal dari biji oat. Setelah dipanen, biji oat ini kemudian digiling untuk membuang sekamnya yang juga berfungsi agar biji utuh oat tetap bertahan lama.

Oat merupakan sumber serat pangan. Walaupun serat ini tidak memiliki nilai kalori atau zat gizi yang diperlukan oleh tubuh, akan tetapi serat terbukti memiliki berbagai khasiat baik untuk kesehatan. Oat mengandung kedua jenis serat yaitu serat larut dan serat tidak larut dengan perbandingan sekitar 50:50. Serat larut dalam oat ini memiliki kemampuan untuk mengikat dan membuang lemak jahat atau LDL dalam darah kita. Sementara kandungan serat tak larutnya bermanfaat untuk melancarkan buang air besar sehingga mengurangi risiko sembelit. Dengan sistem pencernaan yang baik akan membuat pembuangan racun dari usus besar berjalan lancar sehingga menurunkan risiko terjadinya kanker.

Oat juga memiliki nilai glikemik indeks rendah yang berarti bahwa ia tidak menyebabkan lonjakan atau penurunan drastis terhadap kadar gula dalam darah ketika mengonsumsinya. Sehingga oat bermanfaat untuk mengontrol gula darah dan sangat baik dikonsumsi oleh penyandang Diabetes Mellitus untuk variasi makanan pokok selain nasi putih.

Sounds great kan? Mungkin inilah saatnya kita mengonsumsi aneka ragam makanan pokok sehingga tubuh kita juga mendapatkan berbagai kebaikan selain yang biasa diberikan oleh nasi putih dan roti-rotian.